Cari Blog Ini

Selasa, 31 Mei 2016

Pelepasan 423 Siswa SMPN 1 Kandanghaur




Paling depan Ketua Komite Sekolah H. Jubaedi Rahman SAp,  MSI, Kepala SMPN 1 Kandanghaur Cecep Mujamil SPd, MSi, dan Kepala UPTD  Pendidikan H. Ipin Arifin SPdI, MM

(Indramayu, Dialog)-Kepala SMPN 1 Kandanghaur Kabupaten Indramayu, Cecep Mujamil SPd, MSi melepas 423 peserta didik kelas IX yang telah dinyatakan lulus dalam rapat dewan guru. Mereka terdiri dari lulusan reguler sebanyak 347 siswa dan lulusan SMP Terbuka yang diadakan di SMPN 1 Kandanghaur sebanyak 76 orang. Penyerahan siswa kepada orang tua dilakukan secara simbolik dalam rangkaian upacara adat, dari Kepala Sekolah kepada Ketua Komite Sekolah H. Jubaedi Rahman SAg, MSi dalam rangkaian acara pelepasan pada sabtu (21/5)  di halaman depan sekolah.
            “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para guru yang selama ini mengabdikan diri memberikan bimbingan dan didikan kepada peserta didik sesuai dengan ilmu dan keahliannya. Kami juga merasa respek terhadap para orang tua siswa yang telah memberikan kepercayaan kepada sekolah untuk membina dan mendidik anak-anaknya. Setelah 3 tahun, anak-anak pun telah menyelesaikan pendidikan disini dan dinyatakan lulus. Kami kembalikan anak-anak ke orang tua, semoga hasil pendidikn disini akan bermanfaat bagi masa depan mereka”, jelas Kepala SMPN 1 Kandanghaur, Cecep Mujamil SPd, MSi.
            Ketua Komite Sekolah H. Jubaedi Rahman SAg, MSi pun menerima penyerahan itu seraya berkata : “Atas nama orang tua murid, kami selaku Ketua Komite Sekolah mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kepala Sekolah dan guru-guru yang dengan penuh kesabaran telah membimbing dan mendidik anak-anak kami, semoga amal ibadah Bapak dan Ibu Guru mendapatkan pahala dari Allah Swt”.
            Sekalipun hasil ujian nasional belum diumumkan namun kelas IX SMPN 1 Kandanghaur sudah dinyatakan lulus. Dalam penjelasannya kepada Pers, Kepala Sekolah mengemukakan : “Dewan guru dalam rapatnya telah menetapkan ke 423 siswa itu LULUS karena memang mereka telah memenuhi tiga kriteria kelulusan. Pertama, peserta didik telah mengikuti seluruh program pendidikan yang diselenggarakan sekolah. Kedua, nilai sikap moral mereka ‘baik’. Dan Ketiga, peserta didik telah mengikuti ujian sekolah”.
            Kepala UPTD Pendidikan Kandanghaur H. Ipin Arifin SPdI, MM dalam sambutannya menyatakan salut terhadap berbagai keberhasilan SMPN 1 Kandanghaur dalam melaksanakan pendidikan selama ini, baik dalam bidang akademik maupun non akademik. “Saya mengucapkan selamat atas kelulusan para peserta didik, dan mengharapkan kepada para orang tua siswa agar melanjutkan pendidikan anak-anak mereka ke sekolah lanjutan tingkat atas”, katanya.
Pada tahun pelajaran 2015/2016 banyak prestasi yang telah ditorehkan oleh SMPN 1 Kandanghaur baik dalam bidang akademik maupun bidang non akademik. Dibidang akademik menjadi Juara III tingkat Jawa Barat dalam Lomba Motivasi Belajar Mandiri (Lomojari)  yang diselenggarakan Disdik Provinsi Jawa Barat, dan guru Dewi Pujiani SPd masuk seleksi 1 dalam lomba inovasi guru pamong SMP Terbuka tingkat nasional yang diadakan Kemendikbud RI.

            Dibidang non akademik, diantara prestasi yang diraih adalah juara I lomba gerak jalan tingkat kecamatan dan juara I dalam LT II Kwarran Kandanghaur. Selain itu juga menjadi juara II putra MTQ pelajar se Kandanghaur,  Juara Utama 1 P3K, Juara 1 Tandu dan juara 1 P3K dalam lomba kepalangmerahan di SMAN 1 Krangkeng, Juara II Yelling terbaik dalam Jaliteng lomba pramuka se Jabar di SMAN 1 Kandanghaur. Begitu pula dalam LKBB, tim sekolah ini sering menjadi juara dalam berbagai perlombaan. (dedi s/syafrudin).

Ceramah KH. Cecep Maulana di SMPN 1 Gantar

Dari kiri, Brigadir Subhan SE, KH. Cecep Maulana, dan  Kepala SMPN 1 Gantar H. Moh. Sahal SPd.

(Indramayu, Dialog)- Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,  pelepasan kelas IX SMPN 1 Gantar  Kabupaten Indramayu  tahun ini dilangsungkan dalam suasana keagamaan yang lebih khidmat karena acara utamanya mendengarkan siraman rohani oleh KH. Cecep Maulana dari Bandung. “Pengajian yang diadakan atas kerjasama sekolah dengan telkomsel ini bertujuan untuk menambah bekal keilmu-agamaan baik bagi para lulusan maupun bagi keluarga besar SMPN 1 Gantar dan orang tua siswa”, jelas Kepala SMPN 1 Gantar   H. Moh. Sahal SPd kamis (19/5) sewaktu memberikan sambutan pada acara itu.
            Pelepasan para lulusan ditandai dengan pengalungan medali oleh Kepala Sekolah kepada semua lulusan yang berjumlah 259 siswa. Anak-anak secara teratur maju ke depan panggung, satu persatu sesuai dengan urutan rombongan belajar. Begitu sampai di depan, setiap siswa dikalungi medali, lalu bersalaman dengan Kepala Sekolah, Pengurus Komite, pejabat dari UPTD Pendidikan, serta dengan para guru lainnya.
Setelah itu, sebagai rasa terima kasih dari para lulusan terhadap para pendidik yang telah mendidik mereka selama ini, maka para lulusan dari setiap rombel secara bersama memberikan tanda mata kepada masing-masing wali kelasnya. “Suasananya lebih Islami, mampu menumbuhkan kesadaran para siswa sebagai generasi muda Islam untuk lebih memahami ajaran-ajaran agamanya. Saya setuju kegiatan yang bernuansa keagamaan bagi peserta didik lebih ditingkatkan frekuensinya”, ungkap Ketua Tanfidziah MWC NU Gantar Ust. Idam Kholid SPd, MSi, yang hadir pada pelepasan itu dalam penjelasannya kepada Dialog.
Humas Komite Sekolah Mulyono dalam sambutannya menyambut baik adanya acara pelepasan seperti itu. Menurutnya, suasana pelepasan terasa lebih adem dan berkesan. Tak ada upacara adat dan hingar bingarnya musik, namun acara ini memberikan wawasan keagamaan yang lebih luas. “Kami juga sangat menghargai para pendidik disini yang telah memberikan pendidikan dan pengajaran dengan sebaik-baiknya sehingga anak-anak selalu menorehkan prestasi dalam berbagai perlombaan keterampilan”, ungkapnya.
Kasi Penor Sutejo SPd yang hadir mewakili Kepala UPTD Pendidikan mengharapkan agar para lulusan SMPN 1 Gantar mau dan mampu meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik SMA, Aliyah, ataupun ke SMK. “Apabila dalam melanjutkan sekolah ini ada permasalahan ekonomi yang dihadapi maka fihaknya bisa memfasilitasi seperti dengan kartu BSM dan upaya bantuan lainnya”, katanya.
            KH Cecep Maulana yang pernah menjuarai Aksi Indosiar 2014 dan dikenal dengan sebutan Kiai odong-odong dalam ceramahnya memberikan motivasi kepada para peserta didik untuk tidak merasa rendah diri tetapi harus percaya diri. “Kita harus mempunyai cita-cita yang tinggi. Insya Allah cita-cita itu akan tercapai apabila kita memiliki rasa percaya diri yang kuat disertai usaha mencari ilmu yang tiada henti”, kata sang penceramah yang mampu menirukan pidato ala KH Zainuddin MZ.

            Sesuai dengan ayat suci Al-Qur’an, KH Cecep juga mengharapkan kepada umat Islam supaya selalu berada pada barisan yang teratur. “Untuk mencapai kemajuan dan mendapat pertolongan dari Allah SWt, umat Islam harus selalu berada pada barisan yang rapat, tidak berpecah belah dan tidak mudah diadu domba, melainkan bersatu padu dengan barisan yang teratur, dan berjuang menegakkan agama”, tegasnya. (dino/syafrudin).

SMAN 1 Haurgeulis Bersih Pornografi dan Pornoaksi



Kepala SMAN 1 Haurgeulis Drs. Asep Ramli MPd dan Camat  Haurgeulis Drs. Asep Kusdianti MSi


(Indramayu, Dialog)- Siswa-siswa SMAN 1 Haurgeulis Kabupaten Indramayu  dinyatakan bersih dari aktivitas pornografi dan pornoaksi. Itu merupakan hasil dari operasi terhadap HP milik siswa yang dilakukan oleh tim operasi  gabungan tingkat kecamatan. Operasi HP itu dilaksanakan secara mendadak pada senin (16/5) dipimpin langsung oleh Camat Haurgeulis Drs. Asep Kusdianti MSi serta diikuti para aparatur keamanan dan ketertiban masyarakat dari Koramil, Polsek, dan Polisi Pamong Praja Kecamatan. Hadir pada operasi gabungan itu Kuwu Sukajati Sunaryo, guru-guru, dan Ketua Komite Sekolah Rd. Daniar.
            Menurut Kepala SMAN 1 Haurgeulis Drs. Asep Ramli MPd, hanya kepala sekolah yang tahu hari itu akan ada operasi. Tak seorang guru pun yang tahu tentang rencana operasi itu. Begitu tim gabungan pimpinan pak Camat datang, tim langsung membagi 14 sub tim dimana masing-masing melaksanakan pemeriksaan pada satu kelas tertentu yaitu kelas X atau XI didampingi oleh 2 orang guru. Di setiap kelas, satu persatu siswa dipanggil, lalu diminta untuk mengeluarkan HP-nya, kemudian tiap HP dibuka menu galeri atau menu lain yang bisa menyimpan gambar dan video. Tim gabungan menelitinya apakah ada gambar dan atau video yang bersifat pornografi dan pornoaksi.“Inspeksi dan operasi mendadak dilakukan lebih dari satu jam. Hasilnya, Alhamdulillah tidak ditemukan satu pun HP milik siswa yang memuat gambar/video porno. Saya mengucapkan terima kasih kepada para peserta didik yang telah  taat mengikuti bimbingan para guru supaya HPnya tidak memiliki gambar/video porno. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Camat Haurgeulis dan Muspika yang telah mengadakan operasi gabungan. Itu merupakan bukti kepedulian pemerintah terhadap pendidikan”, jelas Drs. Asep Ramli MPd ketika ditemui Dialog di ruang kerjanya.  
            Camat Haurgeulis Drs. Asep Kusdianti MSi menyatakan kegembiraannya terhadap hasil sidak dan operasi gabungan itu. “Saya merasa bangga karena dari hasil pemantauan dan razia itu tidak ditemukan satu HPpun milik siswa SMAN 1 Haurgeulis yang menyimpan gambar dan atau video pornografi dan pornoaksi. Saya menghargai upaya pembinaan dan pembimbingan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah dan guru-guru di sekolah ini”, jelas Camat kepada Dialog jum’at (20/5) seusai upacara Harkitnas 2016.
            Kuwu Sukajati Sunaryo merasa terkesan dengan adanya operasi HP terhadap siswa SMAN 1 Haurgeulis. "Saya setuju adanya operasi ini, kalau bisa pemeriksaan HP itu bisa diadakan kembali pada waktu-waktu yang akan datang", harapnya.
            Sementara itu guna membentengi siswa dari bahaya narkoba, di SMAN 1 Haurgeulis dewasa ini sudah dibentuk dan dikukuhkan Satgas Anti Narkoba dengan susunan Penanggung Jawab Kepala Sekolah Drs. Asep Ramli MPd, Pembina Guru Bimbingan Konseling Dra Elmi Puspitawati, Ketua Arifin Panigoro, serta anggota  Rizal Aryanto, Mauludina Aulia, Suhuri, Anggi Miftahul, Asromi, dan Ahmad Fauzi.

            Menurut Pembina Dra. Elmi Puspitawati, pembinaan yang dilakukan oleh Satgas Anti Narkoba  terhadap para siswa adalah mempererat tali silaturahmi pertemanan sehingga siswa yang menghadapi permasalahan bisa curhat kepada teman sendiri atau kepada Pembina, guna menemukan jalan keluar yang terbaik, serta tidak terjerumus pada narkoba yang membahayakan masa depan. (dede/syafrudin).

10 Besar Lulusan SMPN 3 Kroya Diberikan Penghargaan


Kepala SMPN 3 Kroya M. Taufik SPd, MSi menyerahkan piagam  penghargaan kepada 10 lulusan terbaik.


(Indramayu, Dialog)-150 peserta didik kelas IX SMPN 3 Kroya Kabupaten Indramayu  tahun ajaran 2015/2016 dinyatakan lulus semuanya. Kepala SMPN 3 Kroya M. Taufik SPd MSi memberikan penghargaan kepada sepuluh siswa yang dinyatakan sebagai lulusan terbaik dengan nilai rata-rata per mata ujian antara 85,71 hingga 88,83.
Piagam perhargaan itu diserahkan dalam acara pelepasan kelas IX yang berlangsung, sabtu (21/5) bertempat di aula KPRI Damai Kroya. “Kami berharap para lulusan SMPN 3 Kroya dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan SLTA, jangan berhenti menuntut ilmu dan teruslah berprestasi untuk kemajuan anak-anak di masa depan”, kata M. Taufik  SPd. MSi ketika memberikan sambutan pada pelepasan itu.
Menurut Wakasek bidang Akademik Suatno SPd, kesepuluh lulusan terbaik itu adalah Winengsih dengan nilai rata-rata 88,83, Siti Widarti 87,79, Rany Farhan Azhari 87,10, Titin Fransiskha 87,04, Linda Selvianti 86,64, Putri Ayu Rahmadina 86,56, Dahlia 85,89,  Karpen 85,78, Ana Ita 85,75, dan Lia Adha Yanti dengan nilai rata-rata 85,71.
Acara dimeriahkan dengan penampilan berbagai kreasi seni yang disajikan para peserta didik seperi upacara adat, jaipongan, tari topeng, permainan music menyuguhkan gitar dan berbagai jenis lagu. Hadir pada pelepasan siswa itu, Kepala UPTD Pendidikan Kroya Kusnadi SPd, MSi, para pejabat dari Kantor Kecamatan, Polsek, Koramil, tokoh masyarakat, Guru-guru dan tata usaha, siswa, serta para orang tua siswa.
“Kami selaku orang tua sangat berterima kasih kepada Kepala Sekolah dan guru-guru yang selama tiga tahun telah membina dan mendidik anak kami sampai lulus. Semoga anak.anak bisa dan mampu meneruskan sekolahnya ke SLTA seperti SMA, Aliyah, atau SMK”, ungkap orang tua siswa Ahmad kepada Dialog ditengah keasyikannya menyaksikan kesenian.
Sekalipun berada di pedesaan jauh dari keramaian kota namun siswa SMPN 3 Kroya memiliki semangat yang tinggi baik dalam belajar maupun kegiatan eskul. Mereka punya kemauan untuk berprestasi sebagaimana para siswa yang ada di tempat lain. Alhamdulillah berkat ketekunan, disiplin dan kerja keras para guru dan siswa, mereka mulai menunjukkan kemampuannya meraih beberapa prestasi.

Siswa SMPN 3 Kroya Kabupaten Indramayu pada tahun pelajaran 2015/2016 menjadi juara pertama lempar lembing pada O2SN tingkat SMP se kabupaten sehingga mewakili Indramayu pada O2SN tingkat propinsi Jawa Barat. Prestasi lainnya adalah Juara Madya II dalam lomba keterampilan baris berbaris (LKBB) “Hiwankara I” yang diadakan SMP Muhammadiyah Kandanghaur, juara katagori perintis LKBB yang diselenggarakan SMAN Losarang, juara perintis LKBB yang diadakan SMKN 1 Gantar, serta juara I Futsal pada turnamen di Gabuswetan, “Saya cukup bangga dengan prestasi, dedikasi dan tanggung jawab mereka. Pada diri siswa sepertinya mulai muncul  rasa memiliki terhadap sekolahnya. Mereka kompak, bersatu padu, dan aktif dalam berbagai kegiatan”, jelas M. Taufik SPd, MSi Kepala Sekolah SMPN 3 Kroya. (armo/syafrudin)

Warga Jalan Veteran Minta Pemkab Indramayu Tembang Pohon

Nampak dalam gambar pohon besar di Jalan Veteran Kelurahan Leah Abang Kecamatan Indramayu dahan dan rantingnya menyeberang dan menutup jalan.(Foto/Dadang-Dialog)

(Indramayu, Dialog)-Pohon besar yang tumbuh di marka jalan di jalan Veteran Kelurahan Lemah Abang Kecamatan/Kabupaten Indramayu mengkhawatirkan pengguna jalan. Pasalnya pohon tersebut dahan dan rantingnya sudah menyeberangi dan menutup atas jalan tersebut dikhawatirkan patah sehingga menimpa para pengguna jalan.
Jajat (53) warga jalan Veteran kepada Dialog mengatakan, pohon yang tumbuh di jalan veteran ini pohonnya besar sehingga dahan maupun rantingnya sampai menyeberang dan menutup jalan.  Kalau tidak segera dilakukan penebangan, dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan yang melintas dijalan Veteran ini, ujarnya.
Dikatakan Jajat, entah pohon besar ini kewenangan pihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan atau pihak Dinas Binamarga Pemerintah Kabupaten Indramayu,” siapapun Dinas yang berwenang atas pohon-pohon yang tumbuh di sepanjang jalan Veteran ini, saya berharap segera dilakukan penebangan. Jangan sampai menunggu ada korban karena tertimpa dahan pohon tersebut, “ tegasnya.

Jajat menambahkan, kalau memang tidak ada tindakan dari dinas terkait atas pohon-pohon tersebut, jangan salahkan warga kalau ditebang oleh warga sendiri, “dari pada nantinya ada korban, dan pihak Pemerintah tidak tanggap atas hal tersebut. Kami warga siap untuk menembang pohon-pohon tersebut oleh warga, “tandasnya.(dadang).

Pemkab Indramayu Kembali Raih Penghargaan K3 Untuk Ke Empat Kalinya

(Indramayu, Dialog)-bertempat di Ruang Birawa Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (18/05)  Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah menerima penghargaan Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terbaik nasional tahun 2016 dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Hanif Dhakiri. Penghargaan tersebut merupakan keempat kalinya Bupati Indramayu menerima penghargaan tersebut.
Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah dihadapan Wartawan mengatakan, sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di wilayah Kabupaten Indramayu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. ”Keselamatan kerja tidak main-main, menyangkut nyawa manusia. Kita tidak ingin ada warga Indramayu saat bekerja di perusahaan ada yang terluka, cacat fisik, bahkan sampai kehilangan nyawanya akibat mengabaikan keselamatan dalam bekerja, setiap tahun jumlah perusahaan yang menerapakan budaya K3 di Indramayu semakin banyak,” ujarnya.
Dikatakan Bupati, Pemkab Indramayu terus berupaya menerapkan sistem K3 sesuai standar minimal yang berlaku di sejumlah perusahaan binaan pemerintah daerah. Menurutnya, penghargaan ini merupakan yang ketiga kalinya dalam kapasitasnya sebagai pembina perusahaan daerah.“Penghargaan ini saya dedikasikan kepada masyarakat Indramayu. Atas nama pribadi dan pemerintah saya mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada perusahaan-perusahaan yang ada di daerah yang telah menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja di perusahaannya,” tuturnya.

Anna Sophanah menambahkan, penghargaan ini dapat dijadikan semangat dan motivasi bagi perusahaan dan seluruh tenaga kerja di Indramayu untuk tetap memperhatikan faktor keselamatan dan kesehatan saat bekerja.”penerapan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tahun-tahun mendatang bukan hanya diterapkan pada perusaahan-perusahaan besar saja, tetapi juga dapat diterapkan pada home industry yang tergabung dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indramayu, sehingga tidak ada warga Indramayu yang tidak terlindungi saat bekerja,”tandas Bupati.(saelatun). 

Guru Olahraga SDN Leuwigede 1 Gagahi Muridnya

(Indramayu, Dialog)-Naas benar nasib yang dialami sebut saja Melati (11) Siswi Kelas 5 SDN Leuwigede 1 Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu, yang diduga telah digagahi oleh Guru Olahraganya Carman (30) Warga Desa Leuwigede Kecamatan Widasari kabupaten Indramayu. Melati digagahi Carman selaku guru Olahraga Honorer selepas latihan Volly Ball di kantin Sekolah pada bulan januari 2016.
Berdasarkan Informasi yang diperoleh Dialog, Kejadian yang menimpa Melati bermula saat si korban selepas latihan Volly Ball sore hari,  disaat teman-temannya sudah pergi dan dirinya sendirian, si Carman menyeret Melati ke dalam Kantin Sekolah yang keadaannya tutup dan sepi, kemudian Pelaku membuka secara paksa pakaian si Korban dan membekap mulut korban lalu menggagahi korban. Setelah melampiaskan nafsu bejadnya, si korban disuruh pulang. Bahkan Pelaku seminggu kemudian mengulangi perbuatannya dengan modus yang sama. Setelah perlakuan bejad sang Guru Honorer tersebut, melati sempat drop dan sakit dan tidak masuk sekolah.
Terbongkarnya atas perbuatan Carman yang telah merenggut kehormatan si Melati. Saat Si Korban menceritakan kepada  Guru Wali Kelasnya Siti Nurhasanah. Setelah mendengar atas apa yang menimpa Muridnya, saat itu pula Siti Nurhasanah langsung melaporkan kepada Kepala SDN Leuwigede I, Tarmidi. Dan menyampaikan pula ke pihak Keluarganya.
Sunenti (41) selaku orang tua Korban Warga Rt. 005 RW 003 Desa Leuwigde Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu, setelah mendengar apa yang menimpa Putrinya, karena tidak terima, Sunenti melaporkan Saudara Carman ke Polres Indramayu dengan Surat Laporan Polisi nomor : LP/222/B/III/JABAR/RES.IMY, tanggal 16 Maret 2016.  yang ditangani AIPTU Asep Aminudin selaku Kanit SPKT I Polres Indramayu.  Dengan tuduhan tindak pidana menyetubuhi anak di bawah umur, berdasarkan Pasal 81 Undang-Undang (UU) RI nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak .
Sunenti selaku orang tuan korban saat ditemui Dialog dirumahnya kemarin mengatakan, sebenar Saya megetahui anak saya telah menjadi korban kebajadan Guru Olahraganya, saat saya ditelepon kakaknya Melati untuk segera pulang, karena saat itu saya berada di Riau bekerja di Rumah Makan.  Sementara Korban tinggal bersama kakaknya, karena saya bersama Bapaknya Korban sudah cerai. Saat Saya pulang dan mendengar apa yang menimpa anak saya digagahi Gurunya. Saat itu Saya pingsan, dengan perasaan sedih, sakit hati, marah,dan  malu, dengan di antar saudara, saya memberanikan diri untuk melaporkan atas perbuatan Carman ke Kepolisian, “ namun saya tidak habis pikir sudah dua bulan lebih setrlah saya melaporkan atas perbuatan Carman ke pihak Kepolisian, namun sampai saat ini si pelaku belum juga ditangkap. Untuk itu saya minta kepada bapak Wartawan untuk dapat menanyakan kapan si pelaku ditangkap. Soalnya minggu kemarin saya di kontak Polisi katanya pelaku mau ditangkap, tapi   sampai saat ini belum titangkap juga, “ harap sunenti.
Sementara itu ditepat terpisah Kepala SDN Leuwigede I, Tarmidi saat ditemui Dialog mengakui adanya kejadian penjabulan yang dilakukan Guru Olahraga Honorer tehadap Melati selaku Muridnya. Dikatakan Tarmidi, dirinya mengaku diketahuinya ada tindakan penjabulan tersebut, setelah dirinya menerima informasi dari Guru Wali kelas Siti Nurhasanah. “ Pada saat itu pula Saya langsung memanggil Saudara Carman dan menanyakan atas apa yang telah dilakukannya terhadap korban. Namun saat itu Carman tidak mengaku, “ jelasnya.
Tarmidi Lebihlanjut mengatakan, karena Saudara Carman tidak mengaku, akhirnya kami melaporkan masalah ini ke pihak UPTD Pendidikan Kecematan Widasari. Dan Carman kembali disidang oleh Pengawas SD, Bapak H. Darta, dan akhirnya Saudara Carman mengaku atas perbuatannya menyetubuhi si Korban. Setelah kami menerima atas hasil pengakuan Carman dari Pengawas SD, saat itu juga tanggal 6 maret 2016, langsung kami mengeluarkan surat pemecatan selaku Guru Olagraga Honorer di Sekolahan kami, “ sejak pengakuakn Saudara Carman ke Pngawan SD, langsung Saya mengeluarkan Surat pemecatan terhadap Carman selaku Guru Olahraga Honorer dari Sekolahan kami, “ tandasnya.

Tarmidi menambahkan, atas kejadian ini baik selaku pribadi maupun selaku Kepala Sekolah, saya merasa prihatin. Selayaknya si orban seharusnya dididik dan dijaga, malah diperlakukan seperti itu.” karena kasus ini sudah di ranah hukum, untuk itu saya meminta kepada penagak hukum agar segera memproses atas kasus yang menimpa murid saya seadil-adilnya, dan menghukum pelaku seberat-beratnya. Tentunya bagi korban agar tetap sekolah dan diberikan ketegaran, “tegasnya.(dadang).