Cari Blog Ini

Senin, 20 Juni 2016

Tumpukan Sampah di Perbatasan Desa Sumbermulya – Sidadadi Mengganggu Warga



Nampak dalam gambar tumpukan sampah dipinggir jalan perbatasan Desa Sumbermulya dan Desa Sidadadi Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu.(Foto-Dialog/Dadang).


(Indramayu, Dialog)-Warga yang melintas dijalan antara Desa Sumbermulya dan Desa Sidadadi Kecamatan Haurgeulis kabaupaten Indramayu, merasa terganggu adanya tumpukan sampah yang menumpuk   di sisi jalan. Tumpukan sampah yang terletak di Desa Sumbermulya tepatnya di dekat jembatan perbatasan Desa Sidadadi selain tidak sedap dipandang juga menyebarkan bau tidak sedap.
Suheri (40) warga Desa Sidadadi kepada Dialog mengatakan, dengan adanya tumpukan sampah di dekat jembatan perbatasan Desa Sidadadi dengan Desa Sumbermulya membuat warga terganggu kalau meilntas. Selain membuat bau busuk juga tidak sedap dipandang. begitu juga  kalau sampai hujan lebat dan disekitar tumpukan sampah tersebut bisa menimbulkan banjir. Karena disekitar tumpukan sampah tersebut berdekatan dengan sungai pembuangan Cipancuh, tuturnya.
Dikatakan Suheri, yang tidak habis pikir segitu sudah numpuknya sampah tersebut, pihak Aparat Desa Sumbermulya terkesan masa bodoh. Begitu juga masyarakat yang membuang sampah ke area tersebut nampaknya tidak peduli akan adanya dampak lingkungan, “ area tumpukan sampah tersebut itu bukan TPS (Tempat Pembuangan Sementara), melainkan jalan satu penghubung antara Desa Sumbermulya dan Desa Sidadadi. Sebelum numpuknya sampah seperti sekarang ini, saya lihat ada tumpukan kecil sampah limbah perumahan  yang dibuang warga yang tidak bertanggungjawab. Mungkin karena ada tumpukan sampah, akhirnya diikuti warga lainnya yang tidak mau membuang sampahnya dihalamnnya sendiri, ujarnya.

Suheri menambahkan, kalau tumpukan sampah tersebut tidak ditangani segera, selain akan menimbulkan penyakit juga bisa menimbulkan banjir, “ saya meminta kepada Aparat Desa Sumbermulya maupun UPT Kebersihan dan Pertamanan Kecamatan Haurgeulis, agar segera mengangkut tumpukan sampah tersebut. Kalau memang tempat itu mau dijadikan TPS sampah, seharus dibuatkan tempat TPS nya, “ tandasnya.(dadang).

Minggu, 12 Juni 2016

SDN Babakan Jaya II Mengembangkan Kesenian Daerah




Kepsek Uud Hudijo SIP, SPd, Ka UPTD Sinar Agung SPdI, MSi  dan Kuwu (Kepala Desa-Red) Sumai SE di SDN Babakan Jaya II.

(Indramayu, Dialog)-SDN Babakan Jaya II di Kecamatan Gabuswetan Kabupaten Indramayu dewasa ini mengembangkan kesenian tradisional daerah dramayon. Ketika diadakan pelepasan kelas VI hari sabtu (4/6) lalu, siswa-siswa yang tergabung dalam gamelan “Indra Giri” asuhan Pandu Yogaswara memeriahkan  acara tersebut. Gamelan mengiringi upacara adat lengseran, serta beraneka ragam tarian seperti tari lenyepan, tari merak, tari topeng, dan jenis tari lainnya.  Bahkanditampilkan pula kreasi seni sandiwara anak-anak dan berbagai nyanyian.
Hadir pada pelepasan itu Kepala Sekolah Uud Hudijo SIP, SPd SD beserta para guru, Kepala UPTD Pendidikan Gabuswetan Sinar Agung SPdI, MSi, Kuwu Babakan Jaya Sumai SE, Ketua Komite Sekolah Carlisa, Tokoh Masyarakat Wartim, para orang tua siswa, dan undangan lainnya.
Kepala Sekolah dalam sambutannya mengemukakan diadakannya ekstra kurikuler gamelan jawa dan tari-tarian daerah ini merupakan upaya untuk menanamkan kepada para siswa rasa cinta terhadap budaya daerah sendiri, serta sebagai upaya memelihara dan melestarikan budaya daerah dramayon.“Gamelan sarat dengan nilai-nilai karakter yang berguna untuk mendidik watak para siswa dengan jiwa kebersamaan, tenggang rasa, tanggung jawab, saling menghormati satu sama lain, sehingga anak-anak menjadi pribadi yang senantiasa bersikap dan berperilaku sopan santun, berbudaya, dan berkepribadian”, jelas Uud Hudijo.
Kepala UPTD Pendidikan Gabuswetan Sinar Agung SPdI, MSi dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap kegiatan kesenian daerah di SDN Babakan Jaya II. “Ini merupakan SD kebanggaan kami, karena di sekolah ini kesenian daerah telah berkembang dengan baik dimana gamelan dan sandiwaranya sudah layak ditonton oleh masyarakat. Seni ini harus terus dibina dan dipelihara terus”, tegasnya.
Karena itu pula upacara pelepasan kelas VI sangat dinantikan para orang tua murid karena pada kegiatan itu mereka dapat menyaksikan langsung anak-anaknya tampil dipanggung menunjukkan kreasi seni. Ketua Komite Sekolah Carlisa dalam sambutannya mengemukakan, pengembangan seni gamelan dan berbagai tarian daerah sangat disetujui para orang tua murid dan segenap warga karena memang sebagian besar masyarakat Desa Babakan Jaya merupakan pencinta kesenian daerah.
Jalinan kerjasama sekolah dengan komite tidak hanya dalam penyelenggaraan kesenian daerah, tetapi juga dalam pembangunan sarana pembangunan. Tahun lalu para orang tua telah ikut memperindah lingkungan sekolah dengan membangun monumen gapura pintu masuk sekolah. Kepala Sekolah berterima kasih terhadap kepedulian komite sekolah itu. “Walaupun belum jadi tapi bangunannya cukup bagus” ungkapnya
 Ketua Komite Sekolzh Carlisa pun menyambutnya dengan mengemukakan bahwa orang tua siswa akan meneruskan kepedulian mereka. “Insya Allah pada tahun pelajaran 2016/2017 kami akan meneruskan pembangunannya”,tuturnya.

Pada pelepasan lulusan itu, Kepala Sekolah bersama Ketua Komite menyerahkan hadiah kepada para siswa terbaik dan penabung terbesar dari kelas I hingga kelas VI, serta penghargaan bagi siswa yang berprestasi di tingkat kecamatan yaitu Aceng Regina Pratiwi juara III Catur O2SN, dan Satria Safarudin Sidik sebagai juara II MTQ Putra pada Pentas PAI. (dedi/syafrudin).

Tasyakuran SMPN 1 Haurgeulis Mengadakan Khitanan Massal





(Indramayu, Dialog)-Keluarga Besar SMPN 1 Haurgeulis Kabupaten Indramayu, sabtu (28/5) mengadakan tasyakuran  atas telah selesainya tahapan pendidikan hingga ujian nasional yang berlangsung dengan aman dan lancar. Pada kesempatan itu Kepala SMPN 1 Haurgeulis H. Bachrudin SPd, MPd melepas 315 orang siswa kelas IX yang telah mengikuti ujian nasional dan menyerahkan kembali kepada Ketua Komite Sekolah  setelah mendapatkan pendidikan dan pembimbingan selama 3 tahun. “Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada SMPN 1 Haurgeulis guna mendidik anak-anak mereka. Semoga ilmu yang telah diperoleh berguna bagi masa depan para lulusan”, katanya.
            Hadir pada tasyakuran itu  seorang motivator dari UNJ Jakarta Dr. H. Moh, Firmansyah. Dalam pengarahannya ia mengharapkan kepada seluruh lulusan untuk senantiasa berbakti kepada orang tua agar selalu mendapatkan restu dari keduanya. Menurutnya, untuk meraih kesuksesan, anak-anak harus berbakti kepada orang tua, selalu mengingat pesan para guru, serta meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Guna meraih masa depan yang lebih baik, anak-anak harus memiliki semangat yang tinggi untuk terus belajar, mau bekerja keras, serta bersikap tidak sombong” ungkap Dr. H. Moh. Firmansyah.
Khitanan Massal
            Sebagai rangkaian rasa syukur kehadirat Allah Swt, sehari sebelumnya yaitu jum’at (27/5) di SMPN 1 Haurgeulis diadakan khitanan massal mengikutsertakan anak-anak usia 5 - 9 tahun, dikhitan oleh H. Ali Nurdin SPd, MM seorang pengawas SD di UPTD Pendidikan yang juga berprofesi sebagai juru khitan. “Ada 10 anak yang dikhitan berasal dari masyarakat lingkungan sekolah seperti dari Sukahati, Sukajadi, Kertanegara, dan Mekarjati. Mereka masing-masing mendapat bantuan seperangkat alat sholat lengkap mulai dari kopiah, baju koko, hingga sarung dan yang lainnya”, jelas seorang guru Wukir Untung PW, MPd.
            Suatu hal yang sangat mulia diperlihatkan oleh para siswa. Mereka berkumpul di halaman sekolah. Sambil menyaksikan anak-anak yang dikhitan, para siswa pun secara bersama mengumpulkan shodaqoh. “Setelah dihimpun dan dihitung, shodaqoh siswa mencapai Rp 2.700.000,- lalu ditambah oleh para pendidik sebesar Rp 300.000,-- sehingga jumlahnya menjadi Rp 3 juta. Dana sebesar itu langsung diberikan kepada anak-anak yang dikhitan, masing-masing mendapat santunan Rp 300.000,--“, jelas Bachrudin.
            Ketika diberi kesempatan memberikan sambutan, Wahyudin orangtua salah seorang anak yang dikhitan mengemukakan rasa gembira dan terima kasih yang besar kepada Kepala Sekolah, guru-guru, dan siswa SMPN 1 Haurgeulis atas kesediannya mengadakan acara itu sehingga anaknya pun bisa ikut serta, disertai mendo’akan agar kegiatan yang mulia itu mendapat ridho dan pahala dari Allah Swt.
            Bersamaan dengan khitanan massal, salah seorang pendidik mengumumkan bahwa siswa SMPN 1 Haurgeulis berhasil menjadi juara II dan IV dalam Festifal Band Parwis se Jawa Barat. Pada festifal itu siswa SMPN 1 Haurgeulis mengikutsertakan beberapa group band. Juara kedua diraih oleh group band “The Groovie, dan juara IV didapatkan group band Rock on the Beach. Para anggota kedua group itu pun tampil ke depan, lalu piala dan piagam kejuaraan yang diraih siswa diserahkan kepada Kepala Sekolah untuk disimpan di sekolah. (syafrudin/dedi s)

Akibat Hindari Lubang Jalan, Minibus Alami Kecelakaan




Nampak dalam gambar Minibus Toyota Rush yang dikemudikan Eka Setiawan rusak berat akibat menghindari lubang menabrak median jalan

(Indramayu, Dialog)- Sabtu (4/6) malam. Sebuah minibus Toyota Rush yang dikemudikan Eka Setiawan (40) warga Desa Kopyah, Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu, menabrak median jalan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kendaraan berplat nomor polisi E 111 ST itu mengalami rusak berat dan pengemudinya luka ringan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Dialog, kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Blok Barjo, Desa Sukahaji Kecamatan Patrol, itu terjadi saat minibus tersebut melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta. Sesampainya di lokasi kejadian, sang sopir dikagetkan adanya lubang jalan. Ia pun berusaha menghindari lubang jalan tersebut.Namun, karena kendaraan yang dibawanya itu melaju kencang, sopir akhirnya hilang kendali. Saat itu juga kendaraan tersebut menabrak median jalan kemudian terbalik di tengah jalan.“Saya kaget mendengar ada suara benturan di jalan. Pas dilihat ada mobil terbalik di tengah jalan.  Beruntung saat itu tidak ada kendaraan yang lewat. Warga yang datang kelokasi kejadian lagsung memberikan pertolongan kepada sopirnya. Kondisinya tidak apa apa hanya mengalami luka ringan,” kata  warga setempat.
Eka Setiawan mengaku tidak tahu jika jalan di wilayah itu kondisinya rusak dan banyak lubang. Melihat ada lubang, dirinya berusaha menghindarinya.

Sementara Kapolsek Patrol, Kompol Ginting Sumantri SH, melalui Kanit lantas Iptu I Gusti IK Indrayana, mengatakan, kecelakaan tunggal tersebut terjadi karena menghindari lubang jalan. Pihaknya mengimbau kepada pengguna jalan untuk hati-hati dan waspada ketika melintas di wilayah itu. “Kebanyak lubang jalan di sebelah selatan atau arah menuju Jakarta. Kalau yang di sebelah utara arah menuju Cirebon, kini sedang diperbaiki,”  ujar Gusti IK Indrayana.(armo).

Seorang Pemuda Membabi Buta Lakukan Penusukan

(Indramayu, Dialog)- Diduga terkena pengaruh alkohol, Seorang pemuda, Nur alias Nunung (27), warga Desa Mangun Jaya, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, membabi-buta melakukan penusukan menggunakan pisau lipat.
Aksi penusukan tersebut mengenai perut enam orang saat bersamanya mengikuti acara arak-arakan sisingaan (Singa Depok) di jalan raya Blok Sukadamai, Desa Sukra, Kabupaten Indramayu.Keenam korban yang ditusuk itu di antaranya Jaya (24), Happy Makbul (37), Jaya bin Mustofa (48), Altaqwa (29), Rinto (23) dan Murham (19). Karena luka tusukan di bagian perut, para korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Kapolres Indramayu, AKBP Eko Sulistyo Basuki mengungkapkan, perbuatan pelaku itu berawal saat dirinya ikut serta mengiring sisingaan. Namun tak lama kemudian, terjadi keributan antara korban dan pelaku. Kemudian pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis pisau lipat dari saku celananya dan menusuk para korban secara membabi-buta.
Dikatakan Kapolres, tiga korban terkena luka tusuk di bagian perut dan tiga orang lainnya terkena sabetan pisau lipat di bagian dada."Karena keributan itu saya bersama jajaran langsung mendatangi lokasi kejadian. Di tempat tersebut pelaku berhasil kita amankan bersama barang buktinya berupa pisau lipat stainless warna perak" papar Eko, Sabtu (4/6).

Eko menambahkan, karena membawa senjata tajam tanpa hak dan atau melakukan penganiayaan, maka pelaku terancam mendapatkan hukuman penjara sepuluh tahun penjara sesuai dengan Pasal 2 Ayat 2 UU Darurat RI nomor 12 tahun 1951 tentang Senjata Tajam.(sukim).

KPUD dan Panwaslu kabupaten Indramayu Digugat Pasangan TORA

(Indramayu, Dialog)-walaupun Bupati Indramayu terpilih pasangan Hj. Anna Sophanah dan H. Supendi sudah dilantik bulan Pebruari 2016 lalu, namun nampaknya pasangan Calon Bupati dan wakil Bupati Indramayu  Toto-Rasta (TORA) masih belum puas untuk melakukan upaya hukum atas   Indikasi Adanya Kecurangan dalam Pildaka Indramayu 2015-2020. Dimana Tim Pasangan Calon TORA mendatangi Kantor pengadilan Negeri Kabupaten Indramayu, Mereka mengajukan gugatan perdata atas persoalan Pilkada di kabupaten Indramayu.
Tim Pasangan nomor urut 2 TORA ini, melaporkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Indramayu serta Panitia Pengawas Pemilu (panwaslu) atas perbuatan melawan hukum karena dianggap tidak memverifikasi dan meloloskan calon bupati Indramayu.
kuasa hukum Tora, Zaenal Abidin kepad Wartawan mengatakan, berdasarkan surat kuasa khusus tertanggal 09 Mei 2016 bertindak untuk dan atas nama klien Toto Sucartono dan H. Rasta Wiguna, selaku pasangan Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada Indramayu Tahun 2015 mengajukan gugatan perdata dengan nomor 22/pdt.G/2016 ke PN Indramayu atas perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh KPUD Indramayu selaku tergugat satu dan Panwaslu kabupaten Indramayu selaku tergugat dua.“ bentuk melawan Hukum diantaranya adalah terkait ijazah palsu incumbent, serta banyak lagi kecurangan kecurangan lainya pada saat pilkada lalu,” ungkapnya.
Dikatan Zaenal, gugatan yang diajukanya ke PN Indramayu  sebanyak lima point, hal tersebut dilakukanya sebagai bentuk hukuman terhadap penyelenggara pemilu beserta panitia pengawas pemilu yaitu KPUD Indramayu dan Panwaslu Indramayu, tuturnya.

Zaenal menambahkan, gugatan yang dilayangkan oleh klienya tersebut bertujuan untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat agar segala penyimpangan atau ketidakadilan dilakukan melalui prosedur hukum yang berlaku. Untuk penyelenggara pemilu sendiri yaitu, penyelenggara pemilu agar bertindak profesional, teliti, cermat, obyektif, tidak memihak dan independent.“menunjukan kepada masyarakat dan para relawan Tora bahwa Tora bukan boneka dinasty, mencari dan memenuhi rasa keadilan yang terdzolimi, ” pungkasnya.(dino).

Adanya Kejahatan Seksual yang sudah dilaporkan pihak korban, KOMPAKK Pertanyakan Polres Indramayu Atas Pengungkapan Kasusnya






Dadang Hermawan, SE. Ketua KOMPAKK yang juga Ketua DPD AMPI Kabupaten Indramayu




Indramayu, Dialog)-Komunitas Masyarakat Pers Anti Kekerasan dan Korupsi (KOMPAKK) Indramayu pertanyakan kinerja Polres Indramayu khususnya Unit PPA (Perlindungan Peremuan dan Anak). Pasalnya kasus-kasus  terkait kejahatan Seksual yang sudah dilaporkan pihak korban belum juga ada kejelasan pengungkapan kasusnya. Seperti kasus bulan Juli 2015 Seorang gadis berinisial ES (21), warga Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Ia mengaku diperkosa oleh pamannya sendiri. Hingga hamil kasusnya sudah dilaporkan ke Polres Indramayu. Korban Siswi Kelas 5 SDN Leuwigede 1 Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu, yang diduga telah digagahi oleh Guru Olahraganya Carman (30) Warga Desa Leuwigede Kecamatan Widasari kabupaten Indramayu, sudah dilaporkan pihak keluarga korban dengan Surat Laporan Polisi nomor : Lp/222/B/III/JABAR/RES.IMY, tanggal 16 Maret 2016.  yang ditangani AIPTU Asep Aminudin selaku Kanit SPKT I Polres Indramayu. Dan juga kasus pencabulan yang menimpa Caswati (16) warga blok karang tengah Desa Leuwigede Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu. Yang diduga telah dicabuli oleh Salmin (30) warga blok salur lor Desa Bojong Slawi Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu, sudah dilaporkan  ke Polres Indramayu dengan Laporan Polisi nomor : LP/414/B/V/2016/JABAR/RES.IMY.tanggal 0 Mei 2016.
Dadang Hermawan, SE. Ketua KOMPAKK Indramayu kepada Dialog dikantornya mengatakan, seperti yang telah diungkapkan Presiden RI Jokowidodo, beberapa waktu lalu bahwa kejahatan Seksual merupakan kejahatan luarbiasa. Dimana kita lihat dibeberapa media, kejahatan seksual dibeberapa wilayah sudah pada titik nadir, dengan prilaku kekerasan seksual yang menimpa korban  terkadang membuat kita merinding. Namun kenapa Polres Indramayu walaupun pihak korban sudah melaporkan dan sudah dilakukan visum, namun dengan saat ini belum ada tindakan apa-apa, terutama menahan atau memeriksa para pelaku. “ saya mengkhawatirkan kalau kasus-kasus kejahatan seksual belum saja diproses oleh pihak kopolisian yang sudah dilaporkan pihak korban, Akan ada korban-korban  lainnya. Bahkan dengan belum memproses atas kejahatan seksual tersebut, itu bisa saja akan menciutkan korban-korban lain yang akan melaporkan,”tandasnya.
Dikatakan Dadang, dalam waktu dekat ini KOMPAKK selain akan mendatangi Porles Indramayu juga akan melayangkan surat resmi menanyakan atas kasus kejahatan seksual yang sudah dilaporkan ke pihak Polres Indramayu, “ dalam waktu dekat ini Biro Hukum dan Advokasi akan mendatangi Polres Indramayu untuk menanyakan akan kejelasan penangan kasus kejahatan seksual yang sudah dilaporkan pihak korban. Selain itu juga kami akan melayangkan surat resmi menanyakan   hal tersebut yang tembusannya akan disampaikan Polda Jawa Barat, “ tegasnya.    

Dadang menambakan, kami berharap pihak Polres Indramayu apalagi dipimpin Kapolres baru , agar  serius dalam menangani kejahatan-kejahatan di wilayah hukum Indramayu, khususnya kejahatan seksual. Jangan sampai kasus - kasus yang sudah dilaporkan ke polres Indramayu, menjadi ajang transaksional. Sehingga pihak kepolisian bisa saja dituduh masuk angin, pungkas Dadang yang juga ketua DPD AMPI Kabupaten Indramayu.(dede).