Cari Blog Ini

Selasa, 31 Mei 2016

Warga Jalan Veteran Minta Pemkab Indramayu Tembang Pohon

Nampak dalam gambar pohon besar di Jalan Veteran Kelurahan Leah Abang Kecamatan Indramayu dahan dan rantingnya menyeberang dan menutup jalan.(Foto/Dadang-Dialog)

(Indramayu, Dialog)-Pohon besar yang tumbuh di marka jalan di jalan Veteran Kelurahan Lemah Abang Kecamatan/Kabupaten Indramayu mengkhawatirkan pengguna jalan. Pasalnya pohon tersebut dahan dan rantingnya sudah menyeberangi dan menutup atas jalan tersebut dikhawatirkan patah sehingga menimpa para pengguna jalan.
Jajat (53) warga jalan Veteran kepada Dialog mengatakan, pohon yang tumbuh di jalan veteran ini pohonnya besar sehingga dahan maupun rantingnya sampai menyeberang dan menutup jalan.  Kalau tidak segera dilakukan penebangan, dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan yang melintas dijalan Veteran ini, ujarnya.
Dikatakan Jajat, entah pohon besar ini kewenangan pihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan atau pihak Dinas Binamarga Pemerintah Kabupaten Indramayu,” siapapun Dinas yang berwenang atas pohon-pohon yang tumbuh di sepanjang jalan Veteran ini, saya berharap segera dilakukan penebangan. Jangan sampai menunggu ada korban karena tertimpa dahan pohon tersebut, “ tegasnya.

Jajat menambahkan, kalau memang tidak ada tindakan dari dinas terkait atas pohon-pohon tersebut, jangan salahkan warga kalau ditebang oleh warga sendiri, “dari pada nantinya ada korban, dan pihak Pemerintah tidak tanggap atas hal tersebut. Kami warga siap untuk menembang pohon-pohon tersebut oleh warga, “tandasnya.(dadang).

Pemkab Indramayu Kembali Raih Penghargaan K3 Untuk Ke Empat Kalinya

(Indramayu, Dialog)-bertempat di Ruang Birawa Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (18/05)  Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah menerima penghargaan Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terbaik nasional tahun 2016 dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Hanif Dhakiri. Penghargaan tersebut merupakan keempat kalinya Bupati Indramayu menerima penghargaan tersebut.
Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah dihadapan Wartawan mengatakan, sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di wilayah Kabupaten Indramayu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. ”Keselamatan kerja tidak main-main, menyangkut nyawa manusia. Kita tidak ingin ada warga Indramayu saat bekerja di perusahaan ada yang terluka, cacat fisik, bahkan sampai kehilangan nyawanya akibat mengabaikan keselamatan dalam bekerja, setiap tahun jumlah perusahaan yang menerapakan budaya K3 di Indramayu semakin banyak,” ujarnya.
Dikatakan Bupati, Pemkab Indramayu terus berupaya menerapkan sistem K3 sesuai standar minimal yang berlaku di sejumlah perusahaan binaan pemerintah daerah. Menurutnya, penghargaan ini merupakan yang ketiga kalinya dalam kapasitasnya sebagai pembina perusahaan daerah.“Penghargaan ini saya dedikasikan kepada masyarakat Indramayu. Atas nama pribadi dan pemerintah saya mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada perusahaan-perusahaan yang ada di daerah yang telah menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja di perusahaannya,” tuturnya.

Anna Sophanah menambahkan, penghargaan ini dapat dijadikan semangat dan motivasi bagi perusahaan dan seluruh tenaga kerja di Indramayu untuk tetap memperhatikan faktor keselamatan dan kesehatan saat bekerja.”penerapan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tahun-tahun mendatang bukan hanya diterapkan pada perusaahan-perusahaan besar saja, tetapi juga dapat diterapkan pada home industry yang tergabung dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indramayu, sehingga tidak ada warga Indramayu yang tidak terlindungi saat bekerja,”tandas Bupati.(saelatun). 

Guru Olahraga SDN Leuwigede 1 Gagahi Muridnya

(Indramayu, Dialog)-Naas benar nasib yang dialami sebut saja Melati (11) Siswi Kelas 5 SDN Leuwigede 1 Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu, yang diduga telah digagahi oleh Guru Olahraganya Carman (30) Warga Desa Leuwigede Kecamatan Widasari kabupaten Indramayu. Melati digagahi Carman selaku guru Olahraga Honorer selepas latihan Volly Ball di kantin Sekolah pada bulan januari 2016.
Berdasarkan Informasi yang diperoleh Dialog, Kejadian yang menimpa Melati bermula saat si korban selepas latihan Volly Ball sore hari,  disaat teman-temannya sudah pergi dan dirinya sendirian, si Carman menyeret Melati ke dalam Kantin Sekolah yang keadaannya tutup dan sepi, kemudian Pelaku membuka secara paksa pakaian si Korban dan membekap mulut korban lalu menggagahi korban. Setelah melampiaskan nafsu bejadnya, si korban disuruh pulang. Bahkan Pelaku seminggu kemudian mengulangi perbuatannya dengan modus yang sama. Setelah perlakuan bejad sang Guru Honorer tersebut, melati sempat drop dan sakit dan tidak masuk sekolah.
Terbongkarnya atas perbuatan Carman yang telah merenggut kehormatan si Melati. Saat Si Korban menceritakan kepada  Guru Wali Kelasnya Siti Nurhasanah. Setelah mendengar atas apa yang menimpa Muridnya, saat itu pula Siti Nurhasanah langsung melaporkan kepada Kepala SDN Leuwigede I, Tarmidi. Dan menyampaikan pula ke pihak Keluarganya.
Sunenti (41) selaku orang tua Korban Warga Rt. 005 RW 003 Desa Leuwigde Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu, setelah mendengar apa yang menimpa Putrinya, karena tidak terima, Sunenti melaporkan Saudara Carman ke Polres Indramayu dengan Surat Laporan Polisi nomor : LP/222/B/III/JABAR/RES.IMY, tanggal 16 Maret 2016.  yang ditangani AIPTU Asep Aminudin selaku Kanit SPKT I Polres Indramayu.  Dengan tuduhan tindak pidana menyetubuhi anak di bawah umur, berdasarkan Pasal 81 Undang-Undang (UU) RI nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak .
Sunenti selaku orang tuan korban saat ditemui Dialog dirumahnya kemarin mengatakan, sebenar Saya megetahui anak saya telah menjadi korban kebajadan Guru Olahraganya, saat saya ditelepon kakaknya Melati untuk segera pulang, karena saat itu saya berada di Riau bekerja di Rumah Makan.  Sementara Korban tinggal bersama kakaknya, karena saya bersama Bapaknya Korban sudah cerai. Saat Saya pulang dan mendengar apa yang menimpa anak saya digagahi Gurunya. Saat itu Saya pingsan, dengan perasaan sedih, sakit hati, marah,dan  malu, dengan di antar saudara, saya memberanikan diri untuk melaporkan atas perbuatan Carman ke Kepolisian, “ namun saya tidak habis pikir sudah dua bulan lebih setrlah saya melaporkan atas perbuatan Carman ke pihak Kepolisian, namun sampai saat ini si pelaku belum juga ditangkap. Untuk itu saya minta kepada bapak Wartawan untuk dapat menanyakan kapan si pelaku ditangkap. Soalnya minggu kemarin saya di kontak Polisi katanya pelaku mau ditangkap, tapi   sampai saat ini belum titangkap juga, “ harap sunenti.
Sementara itu ditepat terpisah Kepala SDN Leuwigede I, Tarmidi saat ditemui Dialog mengakui adanya kejadian penjabulan yang dilakukan Guru Olahraga Honorer tehadap Melati selaku Muridnya. Dikatakan Tarmidi, dirinya mengaku diketahuinya ada tindakan penjabulan tersebut, setelah dirinya menerima informasi dari Guru Wali kelas Siti Nurhasanah. “ Pada saat itu pula Saya langsung memanggil Saudara Carman dan menanyakan atas apa yang telah dilakukannya terhadap korban. Namun saat itu Carman tidak mengaku, “ jelasnya.
Tarmidi Lebihlanjut mengatakan, karena Saudara Carman tidak mengaku, akhirnya kami melaporkan masalah ini ke pihak UPTD Pendidikan Kecematan Widasari. Dan Carman kembali disidang oleh Pengawas SD, Bapak H. Darta, dan akhirnya Saudara Carman mengaku atas perbuatannya menyetubuhi si Korban. Setelah kami menerima atas hasil pengakuan Carman dari Pengawas SD, saat itu juga tanggal 6 maret 2016, langsung kami mengeluarkan surat pemecatan selaku Guru Olagraga Honorer di Sekolahan kami, “ sejak pengakuakn Saudara Carman ke Pngawan SD, langsung Saya mengeluarkan Surat pemecatan terhadap Carman selaku Guru Olahraga Honorer dari Sekolahan kami, “ tandasnya.

Tarmidi menambahkan, atas kejadian ini baik selaku pribadi maupun selaku Kepala Sekolah, saya merasa prihatin. Selayaknya si orban seharusnya dididik dan dijaga, malah diperlakukan seperti itu.” karena kasus ini sudah di ranah hukum, untuk itu saya meminta kepada penagak hukum agar segera memproses atas kasus yang menimpa murid saya seadil-adilnya, dan menghukum pelaku seberat-beratnya. Tentunya bagi korban agar tetap sekolah dan diberikan ketegaran, “tegasnya.(dadang).

Guru Olahraga SDN Leuwigede 1 Gagahi Muridnya

(Indramayu, Dialog)-Naas benar nasib yang dialami sebut saja Melati (11) Siswi Kelas 5 SDN Leuwigede 1 Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu, yang diduga telah digagahi oleh Guru Olahraganya Carman (30) Warga Desa Leuwigede Kecamatan Widasari kabupaten Indramayu. Melati digagahi Carman selaku guru Olahraga Honorer selepas latihan Volly Ball di kantin Sekolah pada bulan januari 2016.
Berdasarkan Informasi yang diperoleh Dialog, Kejadian yang menimpa Melati bermula saat si korban selepas latihan Volly Ball sore hari,  disaat teman-temannya sudah pergi dan dirinya sendirian, si Carman menyeret Melati ke dalam Kantin Sekolah yang keadaannya tutup dan sepi, kemudian Pelaku membuka secara paksa pakaian si Korban dan membekap mulut korban lalu menggagahi korban. Setelah melampiaskan nafsu bejadnya, si korban disuruh pulang. Bahkan Pelaku seminggu kemudian mengulangi perbuatannya dengan modus yang sama. Setelah perlakuan bejad sang Guru Honorer tersebut, melati sempat drop dan sakit dan tidak masuk sekolah.
Terbongkarnya atas perbuatan Carman yang telah merenggut kehormatan si Melati. Saat Si Korban menceritakan kepada  Guru Wali Kelasnya Siti Nurhasanah. Setelah mendengar atas apa yang menimpa Muridnya, saat itu pula Siti Nurhasanah langsung melaporkan kepada Kepala SDN Leuwigede I, Tarmidi. Dan menyampaikan pula ke pihak Keluarganya.
Sunenti (41) selaku orang tua Korban Warga Rt. 005 RW 003 Desa Leuwigde Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu, setelah mendengar apa yang menimpa Putrinya, karena tidak terima, Sunenti melaporkan Saudara Carman ke Polres Indramayu dengan Surat Laporan Polisi nomor : LP/222/B/III/JABAR/RES.IMY, tanggal 16 Maret 2016.  yang ditangani AIPTU Asep Aminudin selaku Kanit SPKT I Polres Indramayu.  Dengan tuduhan tindak pidana menyetubuhi anak di bawah umur, berdasarkan Pasal 81 Undang-Undang (UU) RI nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak .
Sunenti selaku orang tuan korban saat ditemui Dialog dirumahnya kemarin mengatakan, sebenar Saya megetahui anak saya telah menjadi korban kebajadan Guru Olahraganya, saat saya ditelepon kakaknya Melati untuk segera pulang, karena saat itu saya berada di Riau bekerja di Rumah Makan.  Sementara Korban tinggal bersama kakaknya, karena saya bersama Bapaknya Korban sudah cerai. Saat Saya pulang dan mendengar apa yang menimpa anak saya digagahi Gurunya. Saat itu Saya pingsan, dengan perasaan sedih, sakit hati, marah,dan  malu, dengan di antar saudara, saya memberanikan diri untuk melaporkan atas perbuatan Carman ke Kepolisian, “ namun saya tidak habis pikir sudah dua bulan lebih setrlah saya melaporkan atas perbuatan Carman ke pihak Kepolisian, namun sampai saat ini si pelaku belum juga ditangkap. Untuk itu saya minta kepada bapak Wartawan untuk dapat menanyakan kapan si pelaku ditangkap. Soalnya minggu kemarin saya di kontak Polisi katanya pelaku mau ditangkap, tapi   sampai saat ini belum titangkap juga, “ harap sunenti.
Sementara itu ditepat terpisah Kepala SDN Leuwigede I, Tarmidi saat ditemui Dialog mengakui adanya kejadian penjabulan yang dilakukan Guru Olahraga Honorer tehadap Melati selaku Muridnya. Dikatakan Tarmidi, dirinya mengaku diketahuinya ada tindakan penjabulan tersebut, setelah dirinya menerima informasi dari Guru Wali kelas Siti Nurhasanah. “ Pada saat itu pula Saya langsung memanggil Saudara Carman dan menanyakan atas apa yang telah dilakukannya terhadap korban. Namun saat itu Carman tidak mengaku, “ jelasnya.
Tarmidi Lebihlanjut mengatakan, karena Saudara Carman tidak mengaku, akhirnya kami melaporkan masalah ini ke pihak UPTD Pendidikan Kecematan Widasari. Dan Carman kembali disidang oleh Pengawas SD, Bapak H. Darta, dan akhirnya Saudara Carman mengaku atas perbuatannya menyetubuhi si Korban. Setelah kami menerima atas hasil pengakuan Carman dari Pengawas SD, saat itu juga tanggal 6 maret 2016, langsung kami mengeluarkan surat pemecatan selaku Guru Olagraga Honorer di Sekolahan kami, “ sejak pengakuakn Saudara Carman ke Pngawan SD, langsung Saya mengeluarkan Surat pemecatan terhadap Carman selaku Guru Olahraga Honorer dari Sekolahan kami, “ tandasnya.

Tarmidi menambahkan, atas kejadian ini baik selaku pribadi maupun selaku Kepala Sekolah, saya merasa prihatin. Selayaknya si orban seharusnya dididik dan dijaga, malah diperlakukan seperti itu.” karena kasus ini sudah di ranah hukum, untuk itu saya meminta kepada penagak hukum agar segera memproses atas kasus yang menimpa murid saya seadil-adilnya, dan menghukum pelaku seberat-beratnya. Tentunya bagi korban agar tetap sekolah dan diberikan ketegaran, “tegasnya.(dadang).

Jumat, 20 Mei 2016

Gedung Baru SMK Muhammadiyah Haurgeulis Segera Diresmikan



Suasana Pelepasan Peserta Didik Kelas XII SMK Muhammadiyah  Haurgeulis


(Indramayu, Dialog)-Pada tahun pelajaran 2016/2017 mendatang, SMK Muhammadiyah Haurgeulis Kabupaten Indramayu sudah akan menggunakan gedung barunya “Giwangkara Building’ yang didirikan di blok Pilang dekat jalan raya Haurgeulis-Bantarwaru. Sebagaimana kita ketahui. pengecoran pertama gedung itu dilakukan pada 5 September 2015 dibangun dalam beberapa lantai meliputi 32 lokal pembelajaran dengan konstruksi laba-laba sehingga tahan gempa dan memiliki kekuatan yang bisa diandalkan.
“Lounching peresmian penggunaan Giwangkara Building akan dilaksanakan beberapa saat setelah Hari Raya Idul Fitri 1437 H / 2016 M”, ungkap Kepala SMK Muhammadiyah Haurgeulis Suparman SPd.Ing sabtu (14/5) sewaktu memberikan sambutan pada acara pelepasan peserta didik kelas XII bertempat di komplek pendidikan Muhammadiyah Haurgeulis.
Pada tahun pelajaran 2015/2016 ini, kelas XII yang berjumlah 297 orang lulus semuanya, terdiri dari program studi tehnik kendaraan ringan (TKR) 163 orang, prodi tehnik sepeda motor (TSM) 91 orang, dan prodi multi media (MM) 43 orang.
Tiga lulusan yang meraih nilai tertinggi pada ujian nasional, untuk prodi TKR adalah Shandi TKR 5 dengan nilai 286,6 kemudian Sidik Maulana TKR 5 dengan nilai 280,4 dan Chairul Hadi Nata TKR 1 dengan nilai 268,8. Nilai tertinggi pada prodi TSM diraih oleh Arif Rizal Permana 253,5 kemudian Toniwan 252,2, dan Bahits Riyasi 241. Sedangkan untuk program studi multi media, nilai tertinggi diraih Ayu Intan Humairoh 260, Serlin 241,5 dan Ria Wahyuni 236,6.
Nilai tertinggi per mata ujian, untuk Matematika diraih Chairul Hadi Nata TKR 1 dengan nilai 55, Bahasa Inggris Shandi TKR 5 dengan nilai 72, Bahasa Indonesia Sidik Maulana XII 5 dengan nilai 90, dan mata ujian Produktif Nur Muhammad Arif XII 2 dengan nilai 83,3. Sementara itu, siswa yang dinilai teraktif dan terajin adalah Karsono dari kelas XII TKR 5.
Pada pelepasan itu, lulusan yang meraih nilai tertinggi, aktif dan rajin mendapat penghargaan berupa piagam dan hadiah dari sekolah. Penghargaan juga diberikan kepada dua orang guru yang kehadirannya mencapai 100 % yaitu Raudhatul Jannah SPd dan Wiwi Herwiati SPd, serta seorang karyawan Ani Rohani AMd. Penghargaan diberikan langsung oleh Kepala Sekolah Suparman SPd.Ing, bersama Ketua PCM HG Ir. Burhanudin, Ketua Dikdasmen PCM Oon Rasjidi SPd, Sekretaris I PDM Indramayu Drs. H. Warmin Permana MA, serta para sesepuh Muhammadiyah yang hadir pada acara itu.
Pelepasan kelas XII dimeriahkan oleh berbagai kesenian dan keterampilan siswa, diantaranya group paduan suara Gita Giwangkara. Group ini sudah berpengalaman menunjukkan kemampuannya pada berbagai kesempatan seperti pada pembukaan Olympiade Al-Qur’an di Cilacap, Simposium nasional Muhammadiyah di Purbalingga, symposium nasional di TI Cikampek, peresmian gedung SD Muhammadiyah di Limau Jakarta, serta Ismosat di Jepara.

Siswa SMK Muhammadiyah Haurgeulis juga banyak berprestasi dalam berbagai aktivitas. Prestasi terakhir diraih Ruki kelas XI MM sebagai juara pertama lomba Animasi yang diadakan oleh Universitas Kuningan. (wandi/syafrudin)

Satgas Anti Narkoba SMKN 1 Gantar Dikukuhkan


Kepala SMKN 1 Gantar Drs. Kartamin, MM mengukuhkan Satgas  Anti Narkoba di sekolah itu

(Indramayu, Dialog)-Kepala SMKN 1 Gantar Kabupaten Indramayu Drs. Kartamin, MM sabtu (14/5) mengukuhkan satuan tugas anti Narkoba dilingkungan SMKN 1 Gantar. Satgas dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Kepala Sekolah nomor 442/SIS.SMKN.106/2016 tanggal 25 April 2016 tentang Satgas Anti Narkoba. Pembentukan satgas adalah dalam rangka menindak lanjuti Surat Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Indramayu tentang pembentukan satgas Anti Narkoba tingkat sekolah tahun pelajaran 2015/2016.
Pengukuhan ditandai dengan memakaikan baju uniform satgas kepada Ketua Satgas. Adapun susunan lengkap satgas terdiri dari Pembina adalah Kepala Sekolah, Pembimbing guru bimbingan konseling Silvia Very Rosalinda S.Psi, Ketua Soni Dewantara, serta tujuh anggota yaitu Indah Novia, Betty Puji Inayah, Indah Safitri, M. Rifki Amran Manani, Subali, Warsan, dan Edi Irsansah.
Satuan ini bertugas untuk melakukan berbagai upaya baik yang bersifat kordinasi maupun sosialisasi tentang bahaya narkoba sehingga peserta didik SMKN 1 Gantar terhindar dari pengaruh negative narkoba. Dalam melaksanakan tugas-tugas itu, satgas bertanggung jawab sepenuhnya kepada Kepala Sekolah.
Penglepasan Kelas XII
 Pengukuhan Satgas Anti Narkoba dilaksanakan di atas panggung  dalam rangkaian acara perpisahan dan penglepasan peserta didik kelas XII SMKN 1 Gantar tahun pelajaran 2015/2016 dengan tema “Teruskanlah perjuanganmu di dunia nyata”.
Pada tahun pelajaran 2015/2016 seluruh peserta didik kelas XII lulus menempuh ujian. Mereka berjumlah 326 siswa terdiri dari jurusan tehnik gambar bangunan (TGB) 56,  tehnik kendaraan ringan (TKR) 97, rekayasa perangkat lunak (RPL) 103, dan jurusan AK 70 orang. Para lulusan dilepas dalam suatu upacara adat sunda, diiringi bunyi gamelan dan gemulainya tarian yang dimainkan oleh para siswa.
Dua orang siswa putera dan puteri sebagai perwakilan kelas XII maju ke depan, lalu Kepala Sekolah Drs. Kartamin, MM melepas atribut seragam sekolah dari kedua siswa itu sebagai tanda selesainya tugas-tugas sekolah membimbing dan mendidik mereka. Kepala Sekolah pun kemudian menyerahkan siswa-siswa itu kepada Ketua Komite Sekolah selaku wakil orangtua siswa,
Lulusan yang berprestasi dengan nilai ujian paling tinggi mendapat piagam penghargaan dari Kepala Sekolah. Drs. Kartamin MM mengucapkan selamat atas keberhasilan siswa kelas XII menyelesaikan pendidikan disini disertai harapan semoga selalu sukses dalam hidup bermasyarakat.
“Adapun para peraih prestasi itu adalah Kalsum Hidayat dari jurusan TGB, Agung Aprijal dari jurusan TKR, Tedi Kurniawan dari jurusan RPL dan Sessillia Istiyustisian Monita dari jurusan AK”, jelas Wakabid Kesiswaan Rizqoni Falakhi SPd, MMPd, didampingi Ketua Panitia Asep Oman Somantri SPd.

Perpisahan dan penglepasan kelas XII SMKN 1 Gantar berlangsung lancar dan dalam suasana keamanan yang kondusif. Walaupun sederhana namun sangat berkesan, dimeriahkan  dengan penampilan berbagai kreasi seni siswa-siswi, diiringi Band BrotheRasta dari Subang, serta adanya aneka hadiah dari sponsor Trijaya Motor. (dede/syafrudin)

MTs N Lohbener Siap Menjadi MTs Negeri Unggulan



(Indramayu, Dialog)-Tidak berlebihan kalau Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu mengusulkan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs.N) Lohbener Kabupaten Indramayu untuk menjadi MTs.N Unggulan di Kabupaten Indramayu. Pasalnya memang baik sarana maupun prasarana dan tenaga pengajar beserta Staf TU sudah siap untuk menjadikan MTsN Lohbnener menjadi MTsN Unggulan. Apalagi saat Ujian Nasional (UN) baru lalu MTsN Lohbener satu-satunya sekolah setingkat SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama) yang menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) se Kabupaten Indramayu, bahkan untuk sekolah MTs-MTs satu-satunya se Jawa Barat yang menggelar UNBK.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu, H. Furqon, S.Ag. M.Si. saat ditemui Dialog dikantornya mengatakan, kami dari Kemenag Kabupaten Indramayu memberikan apresiasi kepada MTsN Lohbener yang telah sukses menggelar UNBK. Dimana MTsN Lohbnener satu-satunya  sekolah setingkat SLTP di Kabupten Indramayu yang mampu menggelar UNBK, bhkan untuk MTs-MTs se Jawa barat baru satu-satunya MTsN Lohbnener yang menggelar UNBK, tutur Furqon.
Dikatakan Furqon, dengan prestasi dan kesiapan MTsN Lohbnener, kami pihak Kemenag memang mengusulkan bersama dengan MTsN karangampel Kabupaten Indramayu diusulkan untuk menjadi MTsN Unggulan.”terkait MTsN Lohbener bisa melaksanakan UNBK, itu sudah dirintis sejak tahun 2015 saat Kepala MTsN nya di pimpin H. Maman, pada saat itu saya memberikan saran kalau memang siap menggelar UN dengan UNBK silahkan berkoordinasi dengan pihak Komite Sekolah, untuk mempersipakan barangkali ada sarana dan prasarana yang dibutuhkan kurang lengkap untuk bisa dilengkapi. Kebetulan saat pelaksanaan UNBK kepala MTsN nya dipimpin Bapak Taryana, S.Sp. MA. Yang kebetulan juga nyambung dan siap untuk menggelar UNBK di MTsN Lohbener. Dan sebelum digelarnya UNBK saat diadakan simulasi yang saat itu saya juga langsung meninjau, baik Siswa, petugas Protor dan Teknisi serta sarana unit komputer dan server berjalan dengan lancar. Tentunya itu menjadimkeyakinan kami pelaksanaan UNBK akan bisa dilaksanakan dengan baik, “ jelas Furqon.
Forqon menambahkan, diharapkan dengan adanya pelaksaan UNBK di MTsN Lohbener tersebut akan menjadi motivasi bagi sekolahan lainnya khususnya di Indramayu, pada Tahun Ajaran 2016/2017 nanti  untuk dapat mernggelar UN dengan UNBK, tandasnya.
Sementara itu ditempat terpisah Kepala MTs N Lohbnener Taryana, SSp. MA. Saat dimintai komentarnya mengatakan, sebenarnya dengan digelarnya UN dengan sistem UNBK, itu merupakan implementasi mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi Komunikasi), namun walaupun Siswa siap mengikuti UNBK, kamipun sudah mempersiapkan sarana dan prasarannya, dimana Komputer yang kami siapkan yakni sebanyak 116 Unit sebanyak 15 unit Komputer kami meminjam dari Madrasah Aliyah (MA) Fatahilah Lohbnener yang kebetulan Kepala MA nya adalah Ketua Komite Sekolah kami, dan 4 Unit Server, 3 unit UPS, dan 1 unit Jenset, dan juga  dengan tenaga proktor dan teknisi yang sudah didiklat di Puspendik Pusat dan oleh Dinas Pendidikan kabupaten Indramayu, terangnya.
Lebihlanjut Taryana menjelaskan, dalam pelaksanaan UNBK tahun ini Siswa kelas 9 yang mengikuti UNBK sebanyak 288 Siswa, dimana dalam pelaksanaan UNBK selama 4 hari dibagi menjadi 3 sesi yang dimulai dari Jam 07.30 – 16.00 Wib.walaupun pada pelaksanaan hari terakhir UNBK dan pada sesi terakhir pada pelaksanaan Jam 14.00 – 16.00 Wib. sempat ada kendala satu server sempat Hang, namun setelah minta petunjuk Puspendik Pusat dan bisa menggunakan server cadangan, sehingga hal itu bisa diatasi dan pelaksanaannya bisa berjalan lancar, jelasnya.
Disinggung MTs.N Lohbener  diusulkan oleh Kantor Kemenag Kab. Indramayu untuk menjadi MTsN Unggulan, Tarsana mengatakan sangat siap se siap-siapnya, karena SDM Pengajar dan jajaran staf serta sarana prasarana sudah siap. “ kita menginginkan MTsN Lohbener lebih maju dan diminati masyarakat, selain itu juga untuk meningkatkan prestasi tentunya harus didukung Kuantitas yakni jumlah siswa dan kualitas atau mutu siswa, seperti yang diprogramkan Menteri Pendidikan bahwa pendidikan harus berbasis IT, mungkin kedepannya sekolah-sekolah yang belum menggelar UNBK akan menggelar UN dengan sistem UNBK. Apalagi oleh Kantor Kemenag Indramayu, MTsN merupakan sekolah percontohan bagai MTs-MTs lainnya di Indramayu,”katanya.
Taryana Menambahkan, sekarang ini MTsN Lohbener memiliki Siswa sebanyak 920 Anak, dengan  21 Rombel untuk KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) 1 ruangan Lab Komputer yang ada dilantai 2, 1 ruangan Guru, ruangan Kepala Madrasah dan TU, 1 ruangan perpustakaan dan  halaman Upacara disatukan dengan sarana Olahraga yang luas. Begitu juga didukung dengan 37 Pengajar, 17 Staf TU. Pada Tahun 2016 ini Prestasi yang diraih para Siswa kami yakni seperti Juara 1 Qiroah Tingkat Kabupaten yang diperoleh Rifki Hamami, pada kegiatan KSM ( Kompetisi Sain Madrasah) Tingkat Kabupaten Indramayu Tahun 2016, Bidang matematika Juara 2 diraih Hidyatul Fikri Siswa kelas 8 Unggulan, Bidang Fisika juara 3 diraih Caca Siswa kelas 8 B” MTs.N Lohbener memang lokasinya strategi walaupun jauh dari Kota Kabupaten namun lokasinya di pinggir jalan Nasional yakni dijalan Celeng Lohbener menuju Kota Indramayu yang mudah dilalui kendaraan Umum. Tentunya MTsN Lohbener saat ini sangat diminati para orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sekolahan kami, tahun 2015 saja dari penerimaan siswa baru sebanyak 280 yang daftar sebanyak 360 anak, hal itu membuktikan bahwa minat masyarakat disekolah kami sangatlah tinggi, “ punkasnya.(dadang).