Kamis, 23 April 2015

TKW Asal Indramayu Dikabarkan Terancam Hukuman Mati, Kemenlu Dan Dinsosnakertras Tak Tahu

(Indramayu, Dialog)- Dinas Sosial, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Indramayu dan Kementerian Luar Negeri.Ternyata tidak memiliki data Tenaga Kerja Wanita (TKW) berasal dari Indramayu bernama Siti Komariah bin Kadir Ujang. Yang kabarnya akan dieksekusi Mati oleh pemerintah Arab Saudi.
Kabid Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan Dinsosnakertrans Kabupaten Indramayu, Adi Satria saat dimintai keterangannya mengatakan,  Dinsosnakertrans Indramayu belum menerima informasi tersebut. “Belum ada informasi dari Kementerian Luar Negeri, dan jika sudah ada informasi pasti kami akan memberikan penjelasan kepada keluarga,” jelasnya kepada Dialog, Senin (20/4)
Dikatakan Adi, TKW nama Siti Komariah bin Kadir Ujang tersebut tidak terdaftar di Dinsosnakertans Indramayu. “Setelah kami cek memang nama tersebut tidak terdaftar dan tidak ada, kemungkinan dia lewat jalur illegal tapi kami pun melakukan pendaftaran pada TKI yang illegal namun datanya pun tidak ada, jika ada pun kami pasti mendapatkan informasi dari Kementerian Luar Negeri,” tuturnya.
Di lain pihak Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia juga belum mengetahui adanya TKW asal Indramayu yang bernama Siti Komariah Bin Kadir Ujang yang terancam hukuman mati di Arab Saudi.
Hal tersebut juga diungkap Rifki Rustam Pejabat Fungsional Diplomat Direktor, Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri, Ia mengatakan, selama ini belum masuk informasi atas TKW asal Indramayu tersebut.“Kami tidak tahu dan belum ada informasi,” tutur Rifki kepada Dialog saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.
Menurut Rifki, selama ini Kementerian Luar Negeri tidak mengeluarkan release data nama-nama TKW yang terancam hukuman mati termasuk TKW asal Indramayu tersebut. “Hingga saat ini kami belum mengetahui informasi tersebut,” tegasnya.
Sebelumnya, Data Migrant Care memperlihatkan 279 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri terancam hukuman mati. Rinciannya, 212 orang di Malaysia, 37 di Saudi Arabia, Singapura 1 orang, Tiongkok 27 orang, Qatar 1 orang dan Iran 1 orang.(Dede).


Sebanyak 270 Mahasiswa Unwir Ikuti Wisuda XXIX

(Indramayu, Dialog)- Sebanyak 270 mahasiswa Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu mengikuti Wisuda XXIX Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu Gelombang I Tahun Akademik 2014/2015, Sabtu (18/4). Bila mendapatkan kesempatan Universitas Wiralodra (Unwir) Kabupaten Indramayu siap untuk menjadi universitas negeri,” ucap Ketua Yayasan Wiralodra, Ir. H. Darsono, usai Wisuda XXIX Universitas Wiralodra, Sabtu (18/4) lalu.
Dikatakan Darsono, Unwir paling siap untuk dinegerikan, karena sejumlah persyaratan telah terpenuhi. Bahkan saat ini juga sedang dilakukan studi kelayakan terkait hal ini. Sejumlah persyaratan memang harus dipenuhi untuk bisa menjadi universitas negeri. Salah satunya adalah masalah lahan. Lahan yang ada saat ini seluas 11 hektare akan ditambah tiga hektare dari Pemkab Indramayu. Kalau memang masih kurang, lahan di Indramayu masih sangat luas dan terbuka, kata Darsono.
Darsono menambahkan, meskipun demikian, persoalan yang paling berat ketika Unwir akan dinegerikan adalah keikhlasan dari pihak yayasan. Namun demikian, untuk di Unwir hal tersebut tidak menjadi masalah yang serius. Bahkan yayasan siap mendukung penegerian Unwir karena ini juga untuk kepentingan masyarakat. Apabila Unwir sudah dinegerikan akan mudah dalam pengadaan Dosen, sarana prasarana seperti laboratorium dan lain sebagainya, imbuhnya.
Hal senada juga dikatakan Wakil Bupati (Wabup) Indramayu, Drs. H. Supendi, M.Si, yang juga sangat mendukung apabila Unwir akan menjadi universitas negeri. “Pemkab siap untuk membantu menyediakan lahan apabila memang dibutuhkan sebagai persyaratan untuk menjadi universitas negeri,” kata Wabup.

Ditambahkan, Rektor Unwir, Dr. Ujang Suratno, SH, M.Si, Unwir akan terus meningkatkan kualitas agar mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya, baik negeri maupun swasta. Apalagi Unwir juga memiliki peluang untuk menjadi perguruan tinggi negeri, tuturnya.(Armo).

Siswi SMPN 1 Anjatan Jadilah Kartini-kartini Muda Yang Maju



Kepala SMPN 1 Anjatan H. Bakhrudin SPd, MPd, dan kegiatan siswa  memperingati hari lahir RA Kartini  21 April 2015.

(Indramayu, Dialog)- Para siswa  SMPN 1 Anjatan Kabupaten Indramayu, selasa 21 April 2015 memperingati hari lahirnya Ibu RA Kartini bertempat di halaman dalam sekolah. Kepala SMPN 1 Anjatan H. Bakhrudin S.Pd, M.Pd dalam amanatnya mengharapkan dengan peringatan itu para peserta didik putri akan dapat menjadi Kartini-kartini muda yang maju dalam keilmuan, keterampilan, dan kompetensinya dengan tidak meninggalkan kodratnya sebagai seorang wanita.
            Kaitan dengan isu gender, H. Bakhrudin SPd, MPd mengemukakan pria dan wanita mempunyai kesamaan hak namun fungsi wanita tetap sebagai ibu dari sang putera sehingga mempunyai kewajiban sebagai layaknya seorang ibu yaitu mengandung, melahirkan, menyusui, mengasuh dan membesarkan anaknya. “Saya juga mewanti-wanti agar siswi-siswi tidak tertipu oleh gemerlapnya kemegahan dunia semata-sama sehingga tidak berperilaku yang tidak baik dan dapat merugikan masa depan diri dan keluarganya”, harapnya.
Peringatan lahirnya Ibu RA Kartini di SMPN 1 Anjatan ditandai dengan kegiatan siswa mengadakan lomba melukis wajah RA Kartini tanpa melihat gambar atau fotonya, dimana peserta lomba melukis beliau dengan penuh penghayatan dan imaginasi. Selain itu diadakan pula Fashion Show menampilkan pakaian nasional. Puluhan peserta tampil dengan penuh percaya diri mengenakan kebaya dan sanggul sehingga masing-masing nampak keanggunan peserta didik sebagai seorang wanita sejati yang asri, berbudaya dan berwibawa. Pada peringatan itu diadakan pula lomba Nasi tumpeng sebagai wujud kemampuan dan keterampilan siswi dalam hal masak memasak yang berguna bagi diri sendiri dan keluarga.
Para siswa antusias mengikuti ketiga aktivitas perlomaan itu. Siswa SMPN 1 Anjatan pada tahun pelajaran 2014/2015 berjumlah 975 orang, terbagi dalam 24 rombongan belajar (rombel) karena pada setiap kelas ada 8 rombel. Siswa sebanyak itu termasuk 313 kelas IX yang akan menghadapi ujian nasional pada awal Mei 2015 mendatang.
Ujian Nasional di SMPN 1 Anjatan akan diikuti 320 peserta terdiri dari kelas IX SMP reguler 313 siswa dan kelas IX SMP terbuka 7 siswa. Selama ini terhadap mereka selalu diadakan pembinaan seperti bimbingan belajar yang dilangsungkan sejak Januari 2015, try out (TO) empat kali, dan pra UN satu kali. Guna memantapkan pelaksanaan ujian, di sekolahpun peserta ujian melangsungkan istighosah. “Kami juga mohon kepada para orang tua agar senantiasa ikut mendo’akan anaknya supaya mampu mengikuti ujian nasional dengan baik, lancar dan sukses”, tutur Bakhrudin.
SMPN 1 Anjatan merupakan sekolah yang maju di Indramayu barat, setiap saat selalu berkembang. Selama ini semua lulusannya melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, bahkan diantaranya banyak yang mendapat beasiswa untuk meneruskan pendidikan ke SMA Sampurna di Bogor dan SMA Cisarua Jawa Barat. Sekolah juga berhasil memfasilitasi semua kegiatan siswa sesuai dengan bakat dan minat sehingga banyak berhasil meraih prestasi dalam berbagai aktivitas.
Kemajuan yang diraih SMPN 1 Anjatan selama ini, menurut H. Bakhrudin adalah berkat dari adanya komunikasi dua arah yang terlaksama dengan baik, serta adanya komitmen, kepedulian, konsekwensi, dan kebersamaan terhadap program dan kegiatan sekolah. “Keberhasilan selama ini bukan karena pribadi saya akan tetapi merupakan hasil kebersamaan semua pihak termasuk Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu, Pemerintah Kecamatan, para guru, orang tua, siswa serta segenap stakeholder sekolah lainnya”, Pungkas  H. Bakhrudin SPd, MPd. (Syafrudin)


Peringati Bulan K3 Nasional Pertamina RU VI Balongan Selenggarakan Lomba Pemadam Kebakaran

 (Indramayu, Dialog)- Dalam rangka memeriahkan Peringatan Bulan K3 Nasional, Pertamina Refinery Unit (RU) VI Balongan menyelenggarakan Lomba Pemadam Kebakaran di Kompleks Lapangan Sepakbola Bumi Patra Indramayu. Puluhan petugas Pemadam Kebakaran terlihat sibuk memadamkan api dengan menyemprotkan air dari mobil pemadam kebakaran dan peralatan lainnya. Tapi kejadian ini bukanlah kebakaran sesungguhnya, Sabtu (18/4).
Lomba diikuti oleh Internal perusahaan, serta para pemuda dari empat desa penyangga. Sebanyak enam tim dari Internal RU VI dan empat tim yang berasal dari Desa Balongan, Desa Majakerta, Desa Sukareja, dan Desa Sukaurip memadamkan api dalam lima sub lomba. Perlombaan berlangsung selama kurang lebih tiga jam dengan sub lomba yakni, Pemadam Api menggunakan Alat Pemadaman Api Ringan (APAR) untuk peserta putri, fire engine, water relay, rescue and survival.
Kelima sub lomba tersebut merupakan kegiatan yang memerlukan fisik dan stamina yang prima dari setiap peserta. Seperti yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, tahun ini pihak panitia kembali mengundang para pemuda dari desa penyangga sebagai upaya mempererat tali silaturahmi antar perusahaan dengan masyarakat sekitar. Selain itu, keikutsertaan pihak eksternal ini menjadi upaya perusahaan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait praktek-praktek menghadapi bahaya api.

General Manager RU VI Balongan, Yulian Dekri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa yang menjadi dasar dilaksanakannya kegiatan ini adalah semangat untuk semakin membudayakan aspek K3 khususnya terkait kesadaran akan bahaya api kepada keluarga besar RU VI Balongan maupun masyarakat sekitar. Diharapkan para individu yang ikut serta dalam perlombaan ini dapat lebih siap apabila menghadapi kejadian yang sesungguhnya. Sebagai pemenang pada Lomba Pemadaman Kebakaran tahun ini adalah Kelompok Api Alam dari Desa Majakerta, Kelompok Laskar dari Desa Balongan sebagai juara kedua dan kelompok Premium dari Internal RU VI sebagai Juara Ketiga, ucap Yulian.(Sukim/Dad).

Di Harlahnya Yang Ke 10, KOMPAKK Kembali Berbagi



Nampak dalam gambar Ketua Presidium KOMPAKK Dadang Hermawan, SE. sedang menyereahkan paket sembako kepada salah seorang warga tidak mampu.


(Indramayu, Dialog)- Tidak terasa Komunitas Masyarakat Pers Anti Kekerasan dan Korupsi (KOMPAKK) Indramayu sudah berusia Sepuluh tahun, yang lahir di bawah payung Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Akta Notaris Nomor 03 Tertanggal 08 Pebruari 2005. Sampai sekarang KOMPAKK masih tetap eksis sebagai Organisasi wadahnya beberapa Wartawan Indramayu yang satu Visi dan Misi. Dimana organisasi ini bertujuan untuk ikut mewarnai berkehidupan berorganisasi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Indramayu, juga ikut serta menjaga keutuhan bangsa, menegakkan supremasi hokum melalui pemberitaan dan langkah lainnya.
Di peringatan Hari Lahirnya (Harlah) KOMPAKK Ke-10 tahun 2015 ini yang sekaligus memperingati hari Lahirnya Ibu Kita R.A. Kartini 21 April 2015, KOMPAKK kembali mengadakan kegiatan Bakti Sosial dengan masyarakat tidak mampu. Sebagai wujud kepedulian sosial masyarakat. Adapun kegiatan sosial kali ini, yakni dengan melakukan pembagian sembako kepada masyarakat Desa Dermayu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Selasa (21/4).
Sebelumnya, KOMPAKK juga telah melakukan kegiatan Bakti Sosial pada tahun 2014 lalu, di Blok Karang Betik, Kelurahan Kepandean, Kecamatan/Kabupaten Indramayu. Pada tahun 2013 KOMPAKK juga telah melakukan Bakti Sosial dengan memberikan bantuan bedah rumah kepada warga tidak mampu di wilayah Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Sementara pada tahun 2012 KOMPAKK juga memberikan bantuan Paket Alat Tulis dan Sembako kepada Murid dan Wakil Murid SDN Paoman III Kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu.

Dadang Hermawan, SE. Ketua Presidium KOMPAKK disela-sela acara mengtakan, tidak terasa KOMPAKK sudah berusia 10 tahun, waktu selama sepuluh tahun mempertahankan sebuah organisasi tetntunya tidaklah mudah. Segala rintangan maupun hambatan tentunya sudah kami alami, namun semua itu sebagai bentuk perjuangan kami mewujudkan organisasi yang mampu mewarnai berkehidupan ditengah-tengah masyarakat, “ Dengan masih eksisnya organisasi kami ini merupakan kebanggaan bagi kami dan seluruh anggota. Setiap kegiatan peringatan harlah KOMPAKK, kami selalu mencoba berbagi dengan masyarakat dengan kegiatan bakti sosial. Dengan sudah sepuluh tahun kami menjalankan organisasi ini, diharapkan kedepan kami lebih menunjukan lagi eksistensinya dan bermanfaat khususnya bagi seluruh anggota dan umumnya bagi masyarakat, “ tutur Dadang yang juga Ketua DPD AMPI Kabupaten Indramayu.(Dino/Dad).

Sabtu, 11 April 2015

UPTD BPPKB Pasekan Bantu Sembako Untuk Keluarga Miskin Akseptor KB




(Indramayu, Dialog)- Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kecamatan Pasekan bekerjasama dengan UPTD Puskesmas dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaen Indramayu, menggelar berbagai kegiatan dalam rangka menyambut kedatangan Bupati Indramayu sekaligus rangkaian Kunjungan Kerja (Kuker) Kecamatan Pasekan. Adapun rangkaian kegiatan itu adalah pembagian sembako kepada keluarga miskin akseptor Keluarga Berencana (KB), mengadakan pelayanan gratis untuk peserta Akseptor IUD diperoleh 18 peserta, Imflan 72 peserta, dan MOW 7 peserta.
Kegiatan tersebut dihadiri, Camat Pasekan H. Hasanudin,S.Sos, Sekretaris Camat (Sekmat), H. Drs. Sumarto, Kepala UPTD Puskesmas, H. Karnoto,S.Kep, Ketua IBI, Hj. Yayah Rokayah, dan para kader/peserta keluarga berencana.
Kepala UPT BPPKB Kecamatan Pasekan, Rosidi menuturkan, syukur Alhamdulillah semua rangkaian kegiatan Kunker Bupati telah rampung, walau disana-sini masih banyak kekurangan tapi sedikitpun tidak ada masalah. Karena semua instansi tersebut kompak seperti UPTD Puskesmas, IBI, dan Pak Camat pun ikut hadir, termasuk pengadaan sembako, pencarian Akseptor KB baru (MKJP), pelayanan gratis untuk keluarga miskin, serta keberhasilan kami dalam melaksanakan program KB di Kecamatan Pasekan sudah mencapai 72% pada tahun 2014 dan tak lupa juga kami mengucapkan terima kasih kepada BPR Balongan atas bantuan sembakonya, ucap Rosidi, kepada Dialog diruang kerjanya.

Sementara itu ditempat terpisah, Camat Pasekan, Drs. H. Hasanudin, S.Sos melalui Sekmat, Drs. H. Sumarto mengatakan, pada dasarnya kami menyambut baik dan berterimakasih kepada UPT BPPKB, UPTD Puskesmas dan IBI yang telah membantu dan kesuksesan kegiatan rangkaian Kunker Bupati Indramayu ke Kecamatan Pasekan, tutur Sumarto.(Saelatun/Dedi)

259 Siswa Siap Mengikuti UN 2015, SMPN I Indramayu Sebagai Sekolah SBL

(Indramayu, Dialog)- SMPN 1 Indramayu yang ditunjuk Pemerintah Daerah (Pemda) Indramayu untuk mengikuti Lomba Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL) Tingkat Jawa Barat. Kini SMPN 1 Indramayu tengah mempersiapkan diri untuk lomba SBL, dengan terus berbenah diri dalam menata lingkungan sekolah diantaranya, sedang dilakukan penataan halaman sekolah, serta tengah dilakukan pembuatan drainase sepanjang 240 meter. Selain itu juga, tengah dilakukan penataan penghijauan sekolah, ungkap Kepala SMPN 1 Indramayu, Suprapto, M.Pd. kepada Dialog diruangan kerjanya kemarin.
Suprapto mengatakan, siswa SMPN 1 Indramayu yang akan mengikuti Ujian Nasional (UN) Tahun 2015 ini sebanyak 259 anak, ditambah 35 siswa Terbuka, yang terus mengikuti Bimbingan Belajar (Bimbel) sejak bulan Nopember 2014 sampai April 2015. Dengan juga dilampirkan dengan Bimbel intensif diharapkan kelulusan 100%, ungkapnya.

Suprapto menambahkan, selain itu pelaksanaan Try Out (TO) sendiri sebanyak 5 kali. Termasuk pelaksanaan Pra UN dari Try Out I sampai III ada angka kenaikan, mudah-mudahan siswa SMPN 1 Indramayu dapat menjalani kelulusan sesuai apa yang diharapkan kami, juga para orang tua siswa yakni lulus 100%, jelas Suprapto. (Dad/Aam)