Senin, 13 Juli 2015

SDN Mekarjaya Gelar Lomba Mewarnai





Kepala SDN Mekarjaya Suwaryo SPd, MM bersama guru-guru  pada acara pelepasan dan kenaikan kelas


(Indramayu, Dialog)-Bersamaan dengan pelepasan kelas VI dan kenaikan kelas I s/d V yang diadakan menjelang Ramadhan 1436 H, SDN Mekarjaya Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu menyelenggarakan lomba mewarnai. Ada 130 anak Taman Kanak-kanak (TK) dan Rodhiatul Atfal (RA) dari wilayah kecamatan Gantar yang mengikutinya. Setelah dinilai tim juri, pemenangnya adalah juara pertama Fadil Jaki Muhammad dari RA Al-Khoiriyah, kedua Zia dari TK Mutiara, ketiga Tia Triana Meilina dari RA Amaliyah, dan juara harapan satu Saddan Malik dari TK Ganda Mekar.
            Kepala Sekolah Suwaryo SPd, MM mengucapkan terima kasih kepada anak-anak dan TK/RA telah mengikuti lomba tersebut. Ia mengharapkan setelah dari TK/RA melanjutkan sekolah kesini, guru-guru di SDN Mekarjaya senantiasa akan membina dan mengarahkan siswa-siswanya yang memiliki bakat seni dan olahraga dalam aktivitas ekstra kurikuler.
            Kepada lulusan SDN Mekarjaya tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 74 orang, Suwaryo SPd, MM menghendaki supaya meneruskan pendidikannya ke jenjang lanjutan pertama. “Pendidikan itu penting untuk masa depan, walaupun tak punya apa-apa anak-anak harus melanjutkan sekolah. Sesuai dengan program pemerintah wajib belajar 9 tahun maka saya instruksikan anak-anak yang baru lulus mau dan mampu meneruskan ke SLP. Di Gantar sendiri telah tersedia untuk menampung lulusan SD, ada SMP Negeri, SMP PGRI, SMPN satu atap , serta MTs”, jelasnya.
            Pada pelepasan dan kenaikan kelas itu diberikan pula penghargaan dan hadiah bagi siswa berprestasi, dan siswa rajin menabung meliputi juara pertama, kedua, dan ketiga dari setiap rombongan belajar. Siswa berprestasi kelas 1 diraih Hindam, Nia Ramdani dan Aditya. Kelas 2 Rais Aji, Yusuf Maulana, dan Andin. Kelas 3 Lutfiana Destri, Eka Fitri, dan Nurul Aulia. Kelas 4A Hanifah, Andini, dan Anna Azahra. Kelas 4B Wisnu, Sella Febyani, dan Sahrul Budiman. Kelas 5A Irza, Elvika Khoirinsyah, dan Arif Ramdan. Kelas 5B Siti Muamalah, Rina Istiqomah, dan Nisah Ayu. 6A Dina Yasyifa, Dwi Wahyu Ardiansyah, dan Akbar Hidayatullah. Kelas 6B Zafar Sidiq, Susi Arisda, dan Nada
            Sedangkan siswa rajin menabung. Kelas 1 diraih Anjas, Galih, dan Fikar. Kelas 2 Haidar, M.Tristan, dan Dinda Lestari. Kelas 3 Tania, Badi, dan Aulia. Kelas 4A Arum Sari, Egi, dan Adinda Putri. Kelas 4B Wisnu Habibi, Wike, dan Aulia. Kelas 5A M.Ihram, Arif Adinata, dan Aisyah. Kelas 5B Taufiq Maulana, Nisah Ayu, dan Yohana Himmah. Kelas 6A Akbar Hidayatullah, Nia Sandi Aulia, dan Lutpyansyah. Kelas 6B Farhan, Sabrina, dan Nadilla.

            Pada acara pelepasan dan kenaikan kelas itu dimeriahkan oleh penampilan kreasi seni anak-anak diatas panggung seperti lagu-lagu dan berbagai tarian baik daerah maupun nasional, mereka tampil dengan lincah, percaya diri, ceria, dan gembira. Hadir pada kesempatan itu para orang tua murid, guru-guru, pejabat dari UPTD Pendidikan, dan undangan lainnya. (Syafrudin)

Tim Takraw SDN Cipaat II Bongas Mewakili Indramayu di O2SN Jabar




Kepala Sekolah  SDN Cipaat II Taman SPd, MMPd dan Guru  Olahraga Rusmanto SPd, MM


(Indramayu, Dialog)- Walaupun pada arena olympiade olahraga siswa nasional (O2SN) tahun 2015 tingkat kabupaten, tim takraw SDN Cipaat II Kecamatan Bongas menjadi juara kedua, namun pada O2SN tingkat propinsi Jawa Barat beberapa waktu lalu dipercaya untuk mewakili kabupaten Indramayu. Pada O2SN tingkat propinsi yang dilangsungkan di kota Cirebon itu, tim takraw SDN Cipaat II masuk di group A, pada pertandingan hari pertama di lapangan GOR Pemuda tim ini berhasil unggul ketika melawan tim dari Kabupaten Bandung dan Kabupaten Cirebon sehingga berhasil menjadi juara group A.
            Namun ketika dalam perempat final berhadapan dengan Kabupaten Sukabumi selaku juara group B, tim takraw SDN Cipaat II mengalami kekalahan. “Sekalipun hanya masuk dalam 8 besar, namun anak-anak merasa senang bisa tampil di O2SN tingkap propinsi, karena banyak pengalaman yang diperoleh. Insya Allah sekembalinya ke Indramayu, pembinaan olahraga cabang takraw akan terus ditingkatkan, baik di tingkat kabupaten  Indramayu maupun di tingkat kecamatan Bongas”, jelas pelatih tim takraw Bongas, Rusmanto S.Pd, MM ketika dihubungi Dialog di ruang kerjanya, belum lama ini.
            Ikut bermainnya Tim Takraw di tingkat propinsi tentu saja menggembirakan bagi segenap keluarga besar SDN Cipaat II. Kepala Sekolah Taman S.Pd, MMPd selalu memberikan motivasi bagi siswanya mengikuti berbagai aktivitas kurikuler termasuk kegiatan olahraga takraw dan cabang-cabang olahraga lainnya seperti bulu tangkis, tenis meja, dan bolavoli. “Saya memberikan dorongan agar anak-anak mau mengembangkan bakat seni dan olahraga dalam aktivitas kurikuler. Siapapun yang berminat dan berbakat akan kami bina dan bimbing dengan sebaik-baiknya supaya mereka mampu menunjukan kemampuannya secara maksimal”, katanya.
                Takraw dimainkan 3 orang dengan tugas masing-masing sebagai apid kanan, apid kiri, dan tekong yang berada ditengah biasa memberikan serven. Cabang olahraga ini mulai diperkenalkan kepada anak-anak SDN Cipaat II tahun 2011 sehingga diantara siswa sekarang ini banyak yang berminat dan mencintai olahraga takraw. Para pemain yang ikut memperkuat tim takraw di O2SN tingkat propinsi adalah siswa kelas V yaitu Ferdi, Ananda, Febri, dan Priana.
            Menurut Rusmanto, untuk kesinambungan olahraga takraw di SDN Cipaat II maka pada tahun pelajaran 2015/2016 akan diadakan penelusuran bakat terhadap anak-anak kelas IV dan V. Mereka yang memang menunjukkan minat dan bakat, akan dilakukan pembinaan secara intensif hingga mereka siap tanding di tingkat kecamatan, kabupaten, dan propinsi.

                "Saya mengharapkan pemerintah memberikan bantuan bola dan peralatan takraw lainnya kepada sekolah-sekolah yang menjadi juara di O2SN agar prestasi takraw dapat terus dibina dan ditingkatkan”, pungkasnya. (Dedi S/Syafrudin)

Bertujuan Memberikan Perlindungan Efektif dari Bahaya Asap Rokok Pemkab Indramayu Perlu Menetapkan KTR

 (Indramayu, Dialog)- Dalam rangka mewujudkan kualitas udara yang baik dan sehat serta melindungi kesehatan masyarakat dari bahaya rokok, Pemerintah Kabupaten Indramayu berkewajiban mengendalikan aktivitas merokok dengan cara menetapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), yang bertujuan untuk memberikan perlindungan yang efektif dari bahaya asap rokok orang lain, memberikan ruang dan lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat dan melindungi masyarakat secara umum dari dampak buruk merokok baik langsung maupun tidak langsung. Sebenarnya  Kabupaten Indramayu telah memiliki Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 1.a.1 tahun 2015 tentang KTR, yang diundangkan dalam lembar peraturan daerah tanggal 6 Januari 2015 lalu. Namun kenyataannya masih banyak orang yang merokok sembarangan.
Ketua Indramayu Sehat Tanpa Rokok (ISTR) dan Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) Kabupaten Indramayu, Siomalia Mahar, SH, dihadapan Wartawan menjelaskan, sampai saat ini Perbup KTR tersebut belum disosialisasikan. Padahal dalam Perbup tersebut ditetapkan KTR  yang meliputi fasilitasi pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat bermain anak, tempat ibadah, tempat kerja, tempat umum, angkutan umum dan fasilitas olah raga. Jadi sesuai Perbup, setiap orang dilarang merokok sembarangan di kawasan tersebut. Bulan puasa ini adalah awal yang baik untuk berhenti merokok seterusnya dan jangan memulainya lagi. Karena setiap orang berhak mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. Merokok dapat membahayakan kesehatan individu, masyarakat dan lingkungan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itulah perlu dilakukan upaya pengendalian dampak merokok terhadap kesehatan, jelas Siomalia.
 Lebih lanjut Siomalia menjelaskan, Pemimpin atau penanggung jawab tempat atau ruangan yang ditetapkan sebagai kawasan tanpa rokok bertanggung jawab terhadap lembaga yang di pimpinnya atas terselenggaranya KTR (Pasal 8). Begitu juga pada pasal 14 disebutkan bahwa pemerintah daerah bertanggung jawab menyebar luaskan informasi yang berkenaan dengan ketertiban masyarakat dalam terwujudnya kawasan tanpa rokok. “Saya pernah mengikuti Konferensi International Tobacco Control di Hyatt Regency Jogjakarta, yang diselenggarakan oleh John Hopkins Bloombeng USA dan Muhamadiyah Tobacco Control Centre (MTCC) Jogjakarta selama lima hari pada bulan April 2015 lalu, terungkap bahwa di Indonesia konsumsi rokok mencapai 260 miliar batang per tahun. Sedangkan produksi rokok mencapai 270 miliar batang. Sementara di banyak Negara konsumsi rokok akan turun kalau harga rokok mahal. Hal tersebut diungkapkan Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Prof DR Hasbullah Thabrany, MPh drPh,” ucapnya.
Dalam forum tersebut juga Mark Parascandola dari National Cancer Intitute (NCI) USA mengungkapkan, banyak dampak yang ditimbulkan dari merokok. Namun sayangnya masih banyak orang yang merokok. Jumlah pengiklan rokok makin tambah banyak, jumlah penggunaan rokok makin tinggi. Banyaknya iklan rokok menjadi salah satu perokok dan penyakit akibat rokok. Hal ini harus dikendalikan. Di banyak Negara penanggunlangan pengendalian tembakau terus ditingkatkan melalui penelitian-penelitian, monitoring program untuk melindungi masyarakat dan perokok pasif, kampanye tentang kesehatan dan mengendalikan iklan-iklan rokok.

Lia juga berharap kepada pemerintah agar perbup kawasan tanpa rokok segera di sosialisasikan. Selain itu peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) setiap tahun, yang jatuh pada tanggal 31 Mei, mohon agar bisa di agendakan dan diperingati. Melalui HTTS adalah salah satu cara yang efektif sosialisasi KTR kepada masyarakat luas. Kami juga berharap khusunya kepada dinas kesehatan, dinas pendidikan, bagian hokum, Bappeda Bidang Sosbud, dan Kantor Lingkungan Hidup, agar lebih semangat dan menseriusi hal ini, ungkapnya.(Dede)

Berpotensi Mengganggu Kelancaran Arus Mudik dan Balik Dari 242 U-Turn Hanya 27 Akan Diaktifkan

 (Indramayu, Dialog)- Di sepanjang Jalur Pantura Indramayu dari barat hingga timur terdapat sekitar 242 u turn. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan arus mudik dan balik. Rencananya akan dievaluasi hingga H-7 (tujuh hari sebelum lebaran) untuk dilakukan penutupan sebagian besar putaran balik. Dari 242 u turn yang ada di wilayah kita, hanya ada 27 yang akan diaktifkan karena sisanya harus ditutup karena berpotensi mengganggu kelancaran arus mudik dan balik, ucap Kapolres Indramayu, AKBP. Wijonarko, SIK, MH.
            Lebih lanjut Kapolres mengatakan, untuk pencegahan kecelakaan dan pengaturan lalu lintas, pihaknya akan menempatkan personel di sejumlah tempat yang rawan macet. Beberapa pasar-pasar, SPBU, Masjid, rumah makan, dan sejumlah lokasi lainnya, akan menjadi sentra pengamanan. Penutupan u-turn diharapkan bisa meminimalisasi kecelakaan, karena seringkali kecelakaan terjadi akibat singgungan lalu lintas antara warga lokal dan pemudik. Apalagi pemudik khususnya sepeda motor biasa memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Wilayah Jalur Pantura Indramayu memang dikenal memiliki jalan lurus dan cukup mulus, sehingga banyak yang memanfaatkan untuk ngebut, tegasnya.

Kapolres menambahkan, juga mengajak masyarakat untuk ikut membantu polisi dalam menciptakan keamanan lingkungan. Diantaranya melalui siskamling. Selain itu, masyarakat juga diharapkan cepat melapor apabila mengalami tindak kriminalitas atau mengetahui ada tindak kriminalitas, sehingga bisa cepat dilakukan tindakan. Peran masyarakat sangat penting. Untuk itulah jangan segan-segan untuk melapor ke polsek terdekat, apabila terjadi tindak kriminalitas, imbuhnya.(Dede).

Jelang Arus Mudik , Pertamina RU VI Balongan Jamin Produksi BBM Aman

(Indramayu, Dialog)- Kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) menjelang arus mudik dipastikan akan meningkat. Meski demikian, Pertamina RU VI Balongan menjamin produksi BBM sampai saat ini masih aman dan berjalan lancar, masyarakat tidak perlu khawatir dengan ketersediaan BBM, ucap General Manager Pertamina RU VI Balongan, Yulian Dekri, Minggu (5/7).
Yulian mengungkapkan, Pertamina sebenarnya sudah menerapkan status Siaga 1 terkait pengadaan BBM sejak bulan Ramadhan. Jadi untuk masalah pengadaan BBM menjadi perhatian penuh dan harus berjalan lancar. Status Siaga 1 ini akan terus diberlakukan sampai dengan H+7 setelah lebaran. Saat ini produksi kami mencapai 125 ribu barel per hari dan ini sudah sesuai dengan kebutuhan yang ada dan masih berjalan lancar. Pertamina RU VI Balongan selama ini memenuhi kebutuhan BBM untuk wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Pertamina RU VI memegang peranan yang sangat vital dalam pengadaan BBM secara nasional. Untuk itulah produksi harus terus dikawal agar sesuai dengan rencana. Untuk target produksi secara keseluruhan tentunya ada secara nasional dan sepanjang tahun 2015 produksi kami berjalan aman dan lancar. Ini tentunya juga berkat doa dan dukungan masyarakat, ungkap Yulian.
Kepala Humas Pertamina RU VI Balongan, Nana Kanan menambahkan, keberhasilan RU VI dalam melakukan proses produksi juga tidak terlepas dengan peran masyarakat sekitar. Masyarakat diharapkan terus bisa menjaga kondusivitas wilayah, sehingga Pertamina RU VI akan terus berjalan aman dan lancar. Kami akan terus menjalin kemitraan dengan masyarakat, untuk bersama-sama ikut menjaga Pertamina sebagai objek vital nasional yang harus dilindungi bersama, imbuhnya.
Ditempat terpisah, Koordinator Daerah Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kabupaten Indramayu, Sri Wahyuni Utami menegaskan, PT Pertamina akan menyiapkan permintaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalur Pantura saat terjadi lonjakan permintaan BBM selama arus mudik dan balik. Kenaikan kebutuhan BBM diprediksi antara 100-200 persen di hampir seluruh SPBU di Jalur Pantura pada arus mudik. Bila pada pengiriman BBM dari tangki pertamina per hari sebanyak 16 ribu liter setiap harinnya, lonjakan kebutuhan BBM naik hingga 40 ribu liter per hari. Memang akan  ada kenaikan permintaan dari SPBU saat arus mudik nanti, tapi Pertamina siap menyalurkan BBM ke SPBU yang meminta penambahan permintaan, tegasnya.

Sri Wahyuni menambahkan, dalam menghadapi melonjaknya permintaan konsumen, pengelola SPBU mengaku tidak mengkhawatirkan adanya kelangkaan BBM. Ketersediaan stok di sepanjang Jalur Pantura pasti akan diprioritaskan. Indramayu terbilang aman. Setiap hari terutama pada saat puncak arus mudik, mobil-mobil tangki Pertamina rutin memasok persediaan BBM di SPBU sebelum kehabisan, imbuhnya.(Saelatun)

Tim Gabungan Lakukan Inspeksi Sejumlah Supermarket Sejumlah Buah-Buahan Impor Terindikasi Mengandung Formalin

(Indramayu, Dialog)- Tim gabungan Pemerintah Kabupaten Indramayu yang terdiri dari Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Dinas Pertanian dan Peternakan, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian (BKP3) melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah supermarket dan pasar tradisional, mencatatkan temuan mencengangkan. Sejumlah buah-buahan impor ternyata terindikasi mengandung formalin. Menemukan adanya buah apel dan jeruk yang mengandung formalin di salah satu toserba. Hal ini berdasarkan hasil pengujian sampel menggunakan rapid test kit formalin.
Kepala Seksi Perlindungan Konsumen dan Metrologi Diskoperindag Kabupaten Indramayu, Lina Yulistina, SH menuturkan, dari hasil pengujian tersebut ditemukan fakta adanya buah impor jenis apel dan jeruk terbukti mengandung formalin. Buah yang mengandung formalin dan tidak layak konsumsi diantaranya jeruk medan, apel fuji sebanyak 12 kilogram didapati dalam keadaan busuk dan belasan apel impor jenis Washington yang mengandung formalin dengan kadar 0,8 miligram sebanyak lima kilogram. Untuk sementara pihak pengelola hanya diberikan sanksi pembinaan dan imbauan agar buah-buahan yang mengandung formalin tersebut segera ditarik dari peredaran. Apabila di kemudian kembali hari masih ditemukan, akan diberlakukan sanksi yang lebih tegas termasuk pidana, tuturnya.
Sementara salah seorang supervisior toserba, Sudirjo mengaku, tidak tahu menahu dengan buah-buahan yang mengandung formalin. Karena buah-buahan tersebut langsungdikirim dari supplier di Bandung. Kami kan hanya menerima kiriman dan tahunya buah sudah siap jual, ucapnya.
Sementara Kepala Sub Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan BKP3, Imam Mahdi, SP, MM, menjelaskan, batas toleransi formalin yang dapat diterima tubuh manusia dengan aman dalam bentuk air minum, hanya 0,1 mg per liter atau dalam satu asupan dibolehkan 0,2 mg. Batas toleransi itu berdasar International Program on Chemical Safety (IPCS). Bardasar standar yang sama, formalin yang boleh masuk ke tubuh dalam bentuk makanan untuk orang dewasa adalah 1,5 mg hingga 14 mg per hari.
Lebih lanjut Imam menjelaskan, berdasarkan standar Eropa, kandungan formalin yang masuk dalam tubuh tidak boleh melebihi 660 ppm (1.000 pp, setara 1 mg/liter). Sementara itu, berdasarkan hasil uji klinis, dosis toleransi tubuh manusia pada pemakaian secara terus-menerus (Recommended Dietary Daily Allowances / RDDA) untuk formalin sebesar 0,2 miligram per kilogram berat badan.

Imam menambahkan, walaupun daya awetnya sangat luar biasa, lanjut Imam, formalin dilarang digunakan pada makanan. Di Indonesia, beberapa undang-undang yang melarang penggunaan formalin sebagai pengawet makanan adalah Peraturan Menteri Kesehatan No 722/1988, Peraturan Menteri Kesehatan No. 1168/Menkes/PER/X/1999, UU No 7/1996 tentang Pangan dan UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.(Dadang).

Pemuda Islam Harus Mencintai Al-Qur’an


Ketua PCM HG Ir. Burhanuddin memberikan tausiyah  pada  pesantren intensif ramadhan siswa SMKM Haurgeulis


(Indramayu, Dialog)- Pemuda Islam harus mencintai al-Quran sehingga dalam aktivitas sehari-harinya selalu dekat dengan kitab suci, serta senantiasa membaca dan mempelajari firman-firman Allah Swt. Demikian dikemukakan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Haurgeulis (PCM HG) Ir. Burhanuddin  sewaktu memberikan tausiyah tentang Konsep Pemuda Islam pada Pesanten Intensif Ramadhan 1436 H siswa SMK Muhammadiyah Haurgeulis (SMKM HG) rabu 1 Juli 2015.”Konsep pemuda Islam adalah pemuda Qur’ani yang selalu berupaya supaya tutur kata, sikap, dan perilakunya sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam sebagaimana di firmankan Allah Swt dalam Al-Qur’an dan diteladankan oleh Nabi Muhammad Saw”, tegasnya.
            Kegiatan keagamaan itu dilangsungkan dua tahap, pertama tanggal 1-3 Juli 2015 untuk kelas XI dan tanggal 6-8 Juli 2015 untuk kelas XII dengan materi bimbingan meliputi ibadah, keutamaan dan amalan di bulan ramadhan, Konsep Pemuda Islam, serta praktik Wudhu, Tayamum, sholat fardhu, dan sholat sunah. Pematerinya terdiri dari tokoh Muhammadiyah Haurgeulis, PCM HG, dan guru-guru SMKM HG dengan metode penyajian berupa ceramah, tanya jawab, diskusi, dan latihan.
Pelaksanaan pesantren intensif ditangani oleh panitia yaitu Pelindung Kepala Sekolah Suparman SPd. Ing, Penanggung Jawab Abdi Sutisna SPd, Ketua Bagus Irfanudin SPdI, Wakil Ketua Kasmana SPdI, Sekretaris Rezi Fazriyanto SPd, Bendahara Dewi Puji Astuti SPd, serta dua orang anggota Sama dan Yunus Faisal Anis SPd.
            Pesantren intensif adalah kegiatan ekstrakurikuler materi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang diadakan pada bulan ramadhan. Ini sejalan dengan UU nomor 2 tahun 1989 yang menyatakan bahwa Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan YME, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, sehat jasmani dan rohani, berkepribadian yang mantap dan mandiri, serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Menurut Kepala Sekolah Suparman, SPd. Ing, diadakannya pesantren intensif itu bertujuan menumbuhkan kesadaran dan meningkatkan pemahaman, penghayatan, serta pengalaman siswa tentang ajaran Islam, sehingga menjadi warganegara Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

            Secara khusus bertujuan merubah sikap dan pemahaman siswa terhadap ajaran agama Islam baik di sekolah maupun di luar sekolah menjadi lebih baik. Meningkatkan pemahaman siswa tentang cara beribadah kepada Allah Swt, serta Mendorong terwujudnya akhlaqul karimah dalam diri siswa yang kemudian diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. (Syafrudin)