Sabtu, 28 Maret 2015

Mensos Khofifah Indar Prawansa Beri Bantuan Korban Banjir



Nampak dalam gambar Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Khofifah Indar Prawansa saat memberikan batuan kepada korban banjir dikawal ketat aparat Polwan Polres Indramayu


(Indramayu, Dialog)–Jebolnya tanggul Sungai Cimanuk di Desa Pilangsari Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu yang mengakibatkan banjir ternyata mendapat perhatian  Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Khofifah Indar Prawansa. Dimana Mensos langsung datang  memberikan bantuan sebanyak 975 paket bantuan ke sejumlah korban banjir di Desa Pilangsari, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jum’at (20/03) sore.
Sebanyak 975 paket bantuan dari Kementerian Sosial tersebut, yakni makanan anak sebanyak 100 paket, tenda gulung sebanyak 25 paket, matras sebanyak 100 paket, family kids sebanyak 100 paket, kids ware sebanyak 50 paket, food ware sebanyak 50 paket, paket sandang sebanyak 150 paket dan selimut sebanyak 500 paket.
Dihadapan warga korban musibah banjir, Khofifah mengatakan data yang ia dapatkan dari kuwu setempat yakni terdapat hampir 5000 jiwa korban, sekitar 1000 lebih KK, 3 rumah dalam kondisi fatal, 16 rumah dalam kondisi rusak ringan, 1000 kompor yang hilang.“Oleh karena itu, kami memberikan bantuan dalam memulihkan kebutuhan dasar mereka. Kementerian Sosial sesuai tugas dan fungsinya akan menyiapkan tanggap darurat. Kami akan selalu menyuport kebutuhan mendasar pada saat terjadi bencana terutama banjir,” jelasnya.

Dikatakannya, bencana banjir adalah kewenangan Kementerian PU dan kami pun terus berkordinasi dengan Kementerian tersebut, tandas Mensos.(Wandi).

Ujian Sekolah Dan Ujian Nasional Sama-Sama Penting



Kepala SMAN 1 Anjatan Drs. Ridwan MPd (atas tengah)   memberikan pengarahan pada silaturahmi dengan Komite dan Wali Murid


(Indramayu, Dialog)-Baik Ujian Sekolah (US) maupun Ujian Nasional (UN) sama-sama memegang peranan penting sebagai sarana untuk mengetahui kemampuan siswa sampai mencapai kelulusannya. Demikian ditegaskan Kepala SMAN 1 Anjatan Kabupaten Indramayu Drs. Ridwan, MPd. Beberapa waktu lalu dalam suatu silaturahmi dengan pengurus Komite Sekolah beserta Wali Murid bertempat di ruang pertemuan sekolah itu.
Hadir pada kesempatan itu Ketua Komite Turah, Bendahara Komite Drs. H. Uud Jalaludin, Kaur TU Darman Usman, Wakasek bidang Kurikulum Ade Sumantri SPd, para pendidik, dan orang tua siswa.
            Penegasan tersebut disampaikan Kepala Sekolah karena adanya keresahan dan kegelisahan menghadapi informasi bahwa pada tahun 2015 UN tidak menjadi faktor yang menentukan kelulusan siswa, sedangkan faktor yang menentukan adalah US. Soal-soal UN disusun dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedangkan soal-soal US dibuat oleh guru di masing-masing sekolah, dan guru pula yang mengoreksi dan menentukan kelulusan seorang siswa.“Karena sama-sama penting maka kita tidak boleh menyepelekan Ujian melainkan harus menghadapi secara serius dan sungguh-sungguh baik US maupun UN. Menurut UU nomor 20 tahun 2003 tujuan ujian nasional adalah untuk menilai standar kompetensi pada mata pelajaran tertentu”, kata Drs. Ridwan MPd.
            Pada tahun pelajaran 2014-2015, siswa kelas XII di SMAN 1 Anjatan yang telah akan menjadi peserta ujian berjumlah 288 orang terdiri dari jurusan IPA 165 orang dan IPS 123 orang. Supaya seluruh peserta ujian mampu lulus dengan baik pada US dan UN, Kepala Sekolah mengajak kepada guru-guru dan orang tua murid untuk memberikan motivasi dan bimbingan terhadap para siswa dengan seksama dan sungguh-sungguh.
            Ketua Komite Sekolah Turah menyatakan dirinya juga menganggap penting keduanya baik US maupun UN sehingga kita semua menghadapinya dengan serius. Ia menghimbau kepada seluruh orang tua siswa untuk memenuhi seluruh kewajibannya terhadap sekolah seperti kesepakatan wali murid tentang biaya untuk bimbingan belajar dan perpisahan,“Namun yang lebih penting, orang tua memberikan dorongan agar anak-anaknya memiliki semangat yang tinggi dalam mengikuti US dan UN. Kita berupaya agar seluruh peserta ujian di SMAN 1 Anjatan dapat lulus dengan baik”, kata Ketua Komite Sekolah Turah yang juga anggota DPRD IKabupaten Indramayu dari Fraksi Partai Gerinda.

Kaitan dengan program pemerintah kartu pintar, Turah mengemukakan tidak semua siswa dapat kartu itu karena bantuan itu hanya diberikan kepada anak yang orang tuanya tidak mampu. “Instansi yang berhak menentukan kriteria seseorang tidak mampu adalah Desa dan Badan Statistik”, pungkasnya. (Syafrudin).

Tim LKBB SMPN 2 Gantar Berprestasi Tapi Bukan Jago Kandang



Kepala SMPN 2 Gantar Nurudin Araniri SPd.Ek (tengah)  bersama guru Sar'an SPd, MM dan Slamet Priyadi SPd serta piala LKBB  prestasi siswa

(Indramayu, Dialog)-  Tim Baris Berbaris siswa SMPN 2 Gantar Kabupaten Indramayu yang tergabung dalam BRIGANTARA kependekkan dari “Brigade Gantar 2” bukan jago kandang namun mampu menunjukkan prestasinya ketika ikut serta dalam perlombaan di kabupaten lain. Demikian dikemukakan Kepala SMPN 2 Gantar Nurudin Araniri SPd.Ek  senin (23/3) kepada Dialog diruang kerjanya.
Keberhasilan itu dibuktikan dengan diraihnya Juara Madya I  Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) tingkat SMP se Jabar, DKI, dan Banten pada  arena Sangkuriang Championship 2014 yang diadakan di SMAN 1 Lembang. Selain itu, pada awal tahun 2015 diraih pula Juara Tiga Utama se Jabar, DKI dan Banten Lomba Baris Berbaris Indah (LBBI) pada arena The Flower Of United yang diselenggarakan di SMAN 2 Subang.
Kita patut bangga siswa SMPN 2 Gantar yang berlokasi di desa Bantarwaru, walaupun jauh dari kota Indramayu berada di ujung barat kabupaten Indramayu berbatasan dengan Kabupaten Subang, namun mampu tampil di kota dan kabupaten lain dengan baik, kompak, dan berprestasi. Keberhasilan itu adalah berkat latihan yang diadakan setiap hari sabtu sebagai pengembangan diri ekstra kurikulum (eskul) Paskibra yang dilakukan secara terencana dan disiplin.
Dewasa ini terasa banyak kemajuan yang ditunjukkan Sekolah ini sebagai suatu perubahan siginifikan. Menurut Nurudin Araniri, pencapaian prestasi harus ditunjang dengan tersedianya sarana prasarana, dan perubahan karakter manusia baik pendidik maupun peserta didik. Karena itu di sekolah ini diupayakan terpeliharanya sarana seperti lapangan dan tempat olahraga.
Kepala Sekolah bertugas tidak lama di satu tempat selalu berpindah-pindah sedangkan guru atau pegawai tatausaha yang asalnya dekat sekolah lama menetap disini. Karena itu Nurudin Araniri SPd.Ek pun memberikan motivasi kepada pendidik dan non pendidik asal Bantarwaru untuk berpartisipasi memelihara dan meningkatkan keindahan sekolah, sebagaimana yang dilakukan oleh Carno SPd pegawai TU yang tinggalnya tidak jauh dari sekolah ikut membiayai pembuatan taman guna menambah keindahan SMPN 2 Gantar.
Pada tahun pelajaran 2014/2015 di sekolah itu terdapat 18 orang guru dengan jumlah siswa sebanyak 393 orang. Guna membina akhlak keagamaan, para siswa mendapat bimbingan membaca Al-Qur’an supaya mereka tidak buta huruf Al-Quran. Bimbingan diberikan dengan menggunakan metode Iqro oleh guru agama Muttaqi Ali SPd, MPDI.
Kaitan dengan pelajaran telah diprogramkan supaya tiap mata pelajaran memiliki keunggulan yang khas, seperti pada seni rupa ada pelajaran seni budaya, maka programnya adalah menata teater terbuka dimana anak-anak dilatih seni rupa dan drama secara berkesinambungan. “Pada tahun pelajaran 2015/2016 akan datang ada eskul seni lukis dan seni rupa” kata Kepala Sekolah didampingi Slamet Priyadi SPd guru Seni Budaya. (Syafrudin).



17 Kasus Perjudian Dan Mengamankan 28 Tersangka

(Indramayu, Dialog)- Dalam kurun waktu tiga minggu di bulan Maret 2015 Jajaran Polres Indramayu berhasil mengungkap 17 kasus perjudian dan mengamankan 28 tersangka. Tersangka terancam pidana penjara maksimal 10  tahun kurungan.
Kapolres Indramayu, AKBP. Widjonarko, SIK, MH, melalui Kepala Bagian Operasi, Kompol Gotam Hidayat menjelaskan, dari jumlah kasus dan tersangka perjudian yang diamankan sejak minggu pertama Maret itu merupakan pelaku judi toto gelap (togel), remi dan judi online. Dari keseluruhan kasus tersebut, semuanya dalam proses penyidikan, jelas Gotam, didampingi Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim), AKP. Wisnu Perdana Putra dan Kepala Sub Bagian Humas, AKP. Ramauli Tampubolon, saat ekspos kasus, Minggu (22/3).
Lebih lanjut Gotam menjelaskan, dari data yang disampaikan, lima kasus dengan Sembilan tersangka merupakan hasil pengungkapan Satuan Reskrim dan 12 kasus lainnya dengan tersangka berasal dari sejumlah Polsek yakni, Polsek Lelea, Polsek Anjatan, Polsek Kertasemaya, Polsek Haurgeulis, Polsek Jatibarang, Polsek Tukdana, Polsek Indramayu, Polsek Sukagumiwang, Polsek Cantigi, dan Polsek Sliyeg. Adapun barang bukti yang disita berupa uang tunai mencapai puluhan juta rupiah, peralatan judi togel dan remi, serta bukti rekening Koran dan buku tabungan untuk judi online. Tersangka dikenakan Pasal 303 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp 25 juta. Kami lakukan tindakan tegas kepada siapapun yang melakukan pelanggaran hukum perjudian, tegas Gotam.
Gotam menambahkan, tindakan memberantas segala bentuk perjudian tersebut mewujudkan Indramayu zero judi. Hasil pengungkapan selama tiga minggu di bulan Maret ini tidak dijadikan titik akhir dalam pemberantasanya. Pihaknya akan terus intens melakukan upaya-upaya bersama jajaran yang tersebar di 31 kecamatan.

Disinggung tentang dugaan keterlibatan pesonil kepolisian dalam aksi perjudian, Kapolres minta masyarakat tidak segan untuk melaporkanya dan akan ditindaklanjuti untuk memastikan keberadaannya. “Kami akan lakukan tindakan tegas aksi perjudian tanpa kecuali, termasuk anggota polisi sekalipun,” tegasnya.(Kad/Dad).

Terkait dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan di SMAN 1 Indramayu, Pimpinan KOMPAKK Siapkan Laporan Ke Penegak Hukum





(Indramayu, Dialog)-Sebagaimna aturan organisasi, setelah menindaklanjuti rekomendasi dari Divisi Hukum dan Advokasi Komunitas Masyarakat Pers Anti Kekerasan dan Korupsi (KOMPAKK) untuk dirapatkan ke tingkat pimpinan dan pembina KOMPAKK, akhirnya berdasarkan hasil rapat Pipinan dan Pembina, terkait adanya dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan di SMAN 1 Indramayu, Divisi Hukum dan Advokasi KOMPAKK diperintahkan untuk segera mempersiapkan melaporkan ke penegak hukum,“ setelah kami rapatkan membahas rekomendasi dari Divisi Hukum dan Advokasi Terkait dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan di SMAN 1 Indramayu. Kami sudah memutuskan agar Divisi Hukum dan Advokasi segera mempersiapkan untuk melaporkan ke penegak “ jelas Dadang HermawanSE. Ketua Presidium KOMPAKK di kantornya Selasa (24/3).
Dikatakan Dadang, sebagaimana prosedural kami, setiap rekomendasi dari Divisi-Divisi akan dibahas pada rapat pimpinan. Dan selanjutnya KOMPAKK akan mengambil langkah dari hasil keputusan rapat pimpinan, “ setelah meneliti data-data yang ada yang direkomendasikan Divisi Hukum dan Advokasi sudah cukup kuat dugaan adanya penyimpangan pengelolaan keuangan di SMAN 1 Indramayu, sehingga Pimpinan KOMPAKK telah mengambil keputusan untuk diangkat ke ranah hokum  “ tandas Dadang.
Lebihlanjut Dadang menjelaskan, dugaan penyimpangan yang ada diantaranya pungutan untuk pembangunan Masjid yang dibangun di dalam lingkunagn SMAN 1 Indramayu. Ada juga terkait pemberian Program KASEP (Kartu Sehat dan Pintar) yang digulirkan Pemkab Indramayu yang harus diterima bagi Siswa yang kurang mampu, ternyata tidak diterapkan sebagaimana mestinya yang juga diakui Ketua Komite bapak Taw saat berbicara dengan Abdurchman salah satu Pimpinan KOMPAKK. Salah satu contoh kasusnya seperti ada seorang Siswa anaknya buruh cuci pakaian yang seharusnya menerima program KASEP malah tidak menerima. Seperti kasus Siswa buruh cuci pakaian tersebut, Kepala SMAN 1 Indramayu Dra. Hj. Hendhy My, M.Pd. saat menjadi Kepala SMAN 1 Anjatan pernah dilaporkan ke Inspektorat dan telah diperiksa dengan kasus yang hampir sama. Yang pernah ditulis dikoran ini, “ selain pungutan untuk pembangunan Masjid dan kasus KASEP, kami juga memiliki data dugaan penyimpangan pengelolaan uang bantuan sekolah dari Siswa baru yang jumlahnya ratusan Juta Rupiah, “ jelas Dadang.

Dadang menambahkan, data dugaan adanya penyimpangan pengelolaan keuangan di SMAN 1 Indramayu yang kami peroleh, selain dari pengaduan orang tua siswa ada juga dari beberapa guru SMAN 1 Indramayu itu sendiri serta dari hasil investigasi Tim, “ kalau Kepala SMAN 1 Indramayu sempat mengeluarkan statement dengan nada arogan “Kenapa sih, Sekolah kok diutik-utik, bukannya bersama-sama untuk memajukan sekolah,” itu jelas menandakan Kepala Sekolah tersebut tidak memahami arti transparansi dan seenak sendiri dalam mengelola keuangan sekolah. Walaupun ada pemeriksaan secara regular dari pihak Inspektorat, tidak berarti tidak ada penyimpangan, “ tegas Dadang yang juga Ketua DPD AMPI Kabupaten Indramayu.(Saelatun/Aam).    

Lima Jabatan Eselon II Yang Masih Kosong Pemkab Indramayu Lelang Secara Terbuka

(Indramayu, Dialog)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu membuka lowongan secara terbuka bagi lima jabatan Eselon II, yang saat ini masih kosong atau hanya dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt). Lima jabatan tersebut adalah Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Cipta Karya, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Sekretaris DPRD dan Direktur RSUD Indramayu.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Indramayu, Drs. H. Eddy Mulyadi, MM, menjelaskan, promosi terbuka untuk pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) mulai tahun ini wajib dilaksanakan Pemda. Hal ini mengacu dengan keluarnya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pengisian JPT secara Terbuka di Lingkungan Instansi Pemerintah. Sebelumnya hanya instansi pusat yang melaksanakan promosi terbuka, itu pun baru sebatas pada eselon III, kini daerah juga harus melaksanakan. Dulu belum kita paksakan karena baru sebatas pada surat edaran saja. Sekarang sudah ada peraturan, mau tak mau harus laksanakan, jelas Eddy di ruang kerjanya, Jumat (20/3).
Lebih lanjut Eddy menjelaskan, keharusan Pemda mengisi jabatan eselon I dan II lewat promosi terbuka. Karena sudah diamanatkan dalam Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN). Di dalam undang-undang tersebut, peran kepala daerah untuk menempatkan pejabat atau mutasi dibatasi. Kepala daerah tidak bisa lagi menempatkan pejabat yang tidak sesuai keahlian. Sebab, ada tim seleksi yang akan memilih calon pejabatnya. Setelah diperoleh tiga nama yang dijagokan, baru kepala daerah menentukan siapa paling layak, tegasnya.
Eddy menambahkan, melalui lowongan terbuka ini dipastikan pejabat yang terpilih merupakan orang yang benar-benar kompeten sesuai bidangnya. Mereka akan mengikuti proses seleksi yang dilakukan oleh tim seleksi independen dengan Ketua Rektor Unwir, DR Ujang Suratno, SH, M.Si. tim seleksi juga akan melihat rekam jejak (track record) dari calon-calon pejabat yang mendaftar. Mereka juga akan menjalani tes tertulis, harus membuat rencana strategis (restra) dan menyampaikan visi misi mereka ketika nantinya menduduki jabatan, ucapnya.
Camat Kandanghaur, Dudung Indra Ariska, SH, MH menyambut positif pembukaan lowongan pejabat secara terbuka ini. “Ini sangat bagus dan positif, karena pejabat yang terpilih nanti benar-benar orang yang tepat ssesuai bidangnya. Melalui seleksi terbuka ini dipastikan tidak ada lagi istilah like dan dislike dalam pengangkatan pejabat,” kata Dudung.(Armo).


Kapolres Meminta Masyarakat Kembali Menggiatkan Poskamling

 (Indramayu, Dialog)- Dalam acara pengajian yang dilaksanakan Majelis Rasulullah SAW Kabupaten Indramayu, Sabtu malam (21/3) di Masjid Agung Indramayu. Kapolres Indramayu, AKBP. Widjonarko, SIK, MH dihadapan ribuan jamaah, mengatakan, banyaknya aksi begal motor di wilayah hukum Indramayu, mendapat perhatian serius jajaran Polisi Resort (Polres) Indramayu. Salah satunya melakukan kegiatan razia rutin terhadap kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Sasaran razia adalah bagi kendaraan yang tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Untuk itu masyarakat diminta kembali menggiatkan Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) di masing-masing RW yang berada di desa.
Dikatakan Kapolres, poskamling mempunyai peran penting dalam ikut serta penjagaan keamanan lingkungan guna mengatisipasi tindak kejahatan ringan seperti pencurian, KDRT, perzinahan maupun perselisihan antarwarga. Dengan demikian fungsi ronda menjadi hal yang sangat penting dan perlu ditingkatkan rutinitasnya agar situasi lingkungan tetap kondusif dan nyaman. Disamping itu Poskamling juga diharapkan mampu meminimalisir aksi begal motor yang sekarang ini cukup meresahkan masyarakat, terutama pengguna jalan. Melalui siskamling, warga bisa segera melaporkan kepada kepolisian jika dijumpai ada tindak kriminalitas yang terjadi di lingkungannya. Setiap persoalan yang mengarah kepada keresahan masyarakat, warga bisa melapor. Jangan takut melapor kepada petugas, tegasnya.
Kapolres menambahkan, dalam kurun waktu tiga minggu, pihaknya berhasil mengungkap 17 kasus perjudian dan mengamankan 28 pelaku. Di samping itu juga mengamankan barang bukti berupa sepeda motor roda dua yang tidak dilengkapi dengan surat kendaraan. Silakan bagi masyarakat yang merasa kehilangan motornya untuk melihat di Mapolres Indramayu. Pengambilan barang tersebut tak dipungut biaya, tinggal menunjukan STNK dan surat lainnya, jelasnya.(Sukim).