Jumat, 24 Juni 2016

Terkait Adanya Kejahatan Seksual yang sudah dilaporkan pihak korban, KOMPAKK Layangkan Surat Permintaan Penjelasan Ke Polres Indramayu




Dadang Hermawan, SE. Ketua KOMPAKK yang juga Ketua DPD AMPI Kabupaten Indramayu


(Indramayu, Dialog)-Komunitas Masyarakat Pers Anti Kekerasan dan Korupsi (KOMPAKK) Indramayu Layangkan Surat permintaan penjelasan ke  Polres Indramayu dengan nomor surat : 73/Um.Kompakk/Im/VI/16. Perihal Permohonan Permintaan Penjelasan. Adapun surat yang dilayangkan KOMPAKK terkait penanganan proses hukum kasus-kasus  terkait kejahatan Seksual yang sudah dilaporkan pihak korban ke Polres Indramayu belum juga ada kejelasan pengungkapan kasusnya. Seperti kasus bulan Juli 2015 Seorang gadis berinisial ES (21), warga Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Ia mengaku diperkosa oleh pamannya sendiri. Hingga hamil kasusnya sudah dilaporkan ke Polres Indramayu. Korban Siswi Kelas 5 SDN Leuwigede 1 Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu, yang diduga telah digagahi oleh Guru Olahraganya Carman (30) Warga Desa Leuwigede Kecamatan Widasari kabupaten Indramayu, sudah dilaporkan pihak keluarga korban dengan Surat Laporan Polisi nomor : Lp/222/B/III/JABAR/RES.IMY, tanggal 16 Maret 2016.  yang ditangani AIPTU Asep Aminudin selaku Kanit SPKT I Polres Indramayu. Dan juga kasus pencabulan yang menimpa Caswati (16) warga blok karang tengah Desa Leuwigede Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu. Yang diduga telah dicabuli oleh Salmin (30) warga blok salur lor Desa Bojong Slawi Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu, sudah dilaporkan ke Polres Indramayu dengan Laporan Polisi nomor : LP/414/B/V/2016/JABAR/RES.IMY.tanggal 09 Mei 2016.
Dadang Hermawan, SE. Ketua KOMPAKK Indramayu kepada Dialog dikantornya mengatakan, dengan belum adanya tindakan atas proses hukum terhadap kejahatan seksual yang sudah dilaporkan pihak korban ke Polres Indramayu, kami menegaskan dengan melayangkan surat resmi ke Polrres Indramayu yang ditembuskan ke Kepala Polda Jawa barat, “ sehubungan belum ada penangan serius atas proses hukum kejahatan sekseual yang sudah dilaporkan ke Polres Indramayu, kami sudah melayangkan surat resmi permintaan penjelasan terkait masalah tersebut. Apapun bentuknya masalah kejahatan seksual yang menimpa para korbannya harus diproses sebagaimana mestinya oleh pihak kepolisian, “tandasnya.
Dikatakan Dadang, dengan belum adanya pengananan proses hukum terhadap kejahatan seksual tersebut, kami menduga pihak kepolisian masuk angin. Pasalnya laporan kejahatan seksual tersebut sudah dilaporkan lama, bahkan korban Es, yang hamil karena diperkosa Pamannya sudah melahirkan. “ dugaan kami pihak kepolisian masuk angin bukannya tidak beralasan, pasalnya laporan para korban yang sudah cukup lama kok masih belum ada tindakan apapun bagi apra pelakunya. Untuk itu kmi menegaskan agar pihak Polres Indramayu segera memproses atas laporan kasus kejahatan seksual tersebut, “ tegasnya.

Dadang menambakan, kalau sampai dengan telah dilayangkannya surat dari kami tersebut, ternyata pihak Polres Indramayu belum juga menindaklanjuti, terpaksa kasusnya akan kami bawa ke Polda Jabar. Dan tentunya bagi oknum Polisi yang bermain akan kasus kejahatan seksual tersebut, akan kami adukan ke Propam,” kami berharap pihak Polres Indramayu menjalankan Tribrata secara sungguh-sungguh yakni Melindungi, Mengayomi dan melayani.  Sehingga masyarakat yang menuntut keadilan dapat terpenuhi,” pungkas Dadang yang juga ketua DPD AMPI Kabupaten Indramayu.(dede).

Rohadi Memiliki Kekayaan Fantastis Di kampung Halamannya




Rohadi Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang terkena Operasi Tangkap Tangan oleh KPK. Rohasi Diduga tertangkap karena kasus suap perkara artis dangdut Saipul Jamil.

(Indramayu, Dialog)-Warga Indramayu khususnya warga Kecamatan Cikedung belakangan di kagetkan atas tertangkapnya Rohadi tokoh masyarakat Desa Cikedung Lor, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, yang bekerja sebagai  Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut). Rohadi tertangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui  operasi tangkap tangan (OTT), diduga kasus penyuapan atas kasus proses hukum artis dangdut Saipul Jamil.
Rohadi yang juga Adik Kandung Camat Kecamatan Cikedung ini, merupakan tokoh masyarakat yang memiliki kekayaan yang cukup fantastis. Dimana  Beberapa aset yang dimiliki di antaranya rumah mewah baik di desanya maupun di Komplek Perumahan Grand Royal blok F4 Kelurahan Karangmalang Kecamatan / Kabupaten Indramayu senilai Rp. 700 Juta, juga memiliki rumah mewah di Perumahan BTN Lama Kelurahan Karanganyar Kecamatan/Kabupaten Indramayu ditaksir sekitar Rp500 juta,. rumah sakit swasta dan salon kecantikan yang baru diresmikan beberapa bulan lalu, tanah seluas 16 hektar dari total yang sudah dikuasasi 70 hektar, serta 4 unit perahu tangkap diatas 30 GT,  Aset yang dimiliki oleh tersangka Rohadi tersebut berada di Blok Tari Kolot, Desa Cikedung Lor, Kecamatan Cikedung dan beberapa wilayah di Kabupaten Indramayu.
Panitera pengganti di PN Jakut ini juga memiliki rumah mewah pribadi yang ditempati setiap kali Rohadi pulang ke kampung halamannya. Rohadi juga ditengarai memiliki tanah puluhan hektar yang rencananya akan dijadikan sebagai permukiman terpadu dengan fasilitas lengkap meliputi waterpark, sekolah dan supermarket, yang dinamakan  kawasan Dream Park City (DPC) yang dibangun PT. Reysa Permata Cikedung (RPC).
Unggul Baniaji Kuwu (Kepala Desa-Red) Desa Cikedung Lor Kecamatan Cikedung saat ditemui Dialog dikantornya mengatakan, Rohadi merupakan warganya Desa Cikedung Lor,. menurutnya, ada beberapa aset milik Rohadi diantaranya berupa tanah dan bangunan."Saya sendiri kaget saat melihat pemberitaan soal Pak Rohadi. Apalagi, di lingkungan kampung halaman, Rohadi dikenal sebagai pribadi yang baik. Bahkan, Rohadi dikenal sebagai pria yang dermawan dan kerap memberikan bantuan dan sumbangan sosial bagi warga sekitar," ujarnya.
Dikatakan Unggul, Warga banyak terbantu dengan kegiatan sosial yang kerap dilakukan oleh Rohadi di desa kami. Apalagi dengan adanya rumah sakit swasta miliknya, banyak masyarakat yang terbantu terutama yang akan memeriksakan kesehatan. "Masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan perawatan kesehatan di rumah sakit swasta di Cikedung dan tidak perlu menempuh perjalanan puluhan kilometer untuk datang ke rumah sakit di pusat Kota Indramayu," katanya.
Sementara itu ditempat terpisah Iwan Hermawan, Sekretaris BPMP (Badan Penanaman Modal dan Perizinan) Kabupten  Indramayu, saat ditemui Dialog, membenarkan jika beberapa aset milik Rohadi di Kecamatan Cikedung seperti RS Reysa Medical Centre sudang mengantongi izin prinsip dan perizinan lainnya.“Hanya sekarang sedang menempuh izin operasional medis yang tengah ditempuh dan diajukan ke dinas terkait,” ungkapnya.
Dikatakan Iwan, saat ini BPMP belum menjalankan perizinan bagi pembangunan kawasan Dream Park City  yang diajukan PT Reysa Permata Cikedung, mengingat  Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD),  tidak memberikan rekomendasi untuk kelangsungan  pembangunan kawasan DPC yang berlokasi di Kecamatan Cikedung karena tidak sejalan dengan peraturan perundangan, terutama Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).”Kendati demikian, tampak pembangunan beberapa local penunjang sarana Dream Park City tetap berlangsung  dilaksanakan, bahkan informasi yang diperoleh sudah mengantongi izin mendirikan bangunan. Padahal rekomendasi belum disahkan oleh BKPRD,” tuturnya.(dad/kad).


Gratis Masuk SMK Seni di Sukamelang Kroya

(Indramayu, Dialog)- Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Gabuswetan Kabupaten Indramayu, Sinar Agung SPdI, MSi merasa prihatin terhadap masih adanya anak-anak usia sekolah yang droup out setelah lulus sekolah lanjutan pertama karena menghadapi masalah dalam hal pembiayaan. Ia merasa terpanggil untuk membantu mereka yang droup out agar bisa melanjutkan pendidikan. Oleh karena itu, ia yang juga sebagai Ketua Yayasan Sabda Guru Indramayu mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berlokasi di Sukamelang kecamatan Kroya. “Anak-anak gratis menjadi peserta didik, tidak membayar DSP tahunan dan DSP bulanan, bahkan begitu masuk siswa baru secara gratis mendapatkan 4 stel pakaian dari sekolah terdiri dari seragam abu-abu, seragam SMK, pakaian program, dan pakaian olahraga”, jelasnya  sewaktu ditemui Dialog di ruang kerjanya.
Diadakan di Kroya karena sekolah itu berdiri pada tahun 2014 sewaktu Sinar Agung SPdI, MSi melaksanakan tugas selaku Ka UPTD Pendidikan Kecamatan Kroya. Sekolah itu diberi nama “SMK Seni” membuka 4 paket keahlian yaitu Seni Terpadu (ST), tehnik sepeda motor (TSM), Multi Media (MM), dan Administrasi Perkantoran (AP). Setelah dibuka tahun 2014 maka pada tahun ajaran 2015/2016 mulai menerima peserta didik baru. Di tahun pertama ini tercatat ada 126 siswa baru untuk dua jurusan yaitu TSM dan MM, diharapkan pada tahun pelajaran 2016/2017 keempat paket keahlian yang diadakan akan ada peminatnya.Kenapa dinamakan SMK Seni ?, karena didirikannya sekolah ini selain untuk membantu mereka yang droup out, juga sebagai upaya Yayasan Sabda Guru menumbuhkan generasi penerus yang mampu menjaga, meneruskan, dan melestarikan budaya tradisional yang ada di wilayah Indramayu. Karena itu pula paket keahlian Seni Terpadu dikembangkan dengan memberikan keilmuan tentang seni rupa, seni music, seni kriya, dan seni pertunjukkan. “Setelah lulus dari SMK, saya harapkan dengan kemampuan seni yang dimilikinya, anak-anak menjadi percaya diri dan hidup secara mandiri”, harapnya.

Dikatakan Agung, Adanya SMK Seni di Sukamelang tentu saja mendapat sambutan positif dari masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Kroya dan sekitarnya. Selain meringankan biaya pendidikan juga lokasinya yang strategis dekat jalan raya sehingga mudah dijangkau dari berbagai tempat.Yayasan Sabda Guru Indramayu sebagai pendiri SMK ini sejak didirikan tahun 2009 aktif dalam berbagai kegiatan pendidikan meliputi pendidikan TK/Paud yang ada di 7 tempat yaitu di Sumbon Kroya, Loskerep Terisi, Jatimunggul, Cibereng, Manggungan, Cikawung blok Ciselang, dan Tanjungkerta. Selain itu yayasan giat juga dalam PKBM Kawah Candradimuka di Sumbon memberikan pendidikan paket A,B, dan C. Kemudian mengadakan Majelis Taklim Al Istiqomah di Kedokan Gabus, DTA/MDA An Nur di Kedokan Gabus, serta menyelenggarakan sanggar musik untuk melatih keahlian music bagi anak-anak dan orang tua. Pungkasnya.(dedi/syafrudin).

Rencana KKP RI akan membeli 6 unit pesawat patroli dan 1 unit kapal markas, Ditolak Keras Anggota DPR RI Komisi IV Asal Indramayu

(Indramayu, Dialog)- Anggota DPR RI Komisi IV, Ono Surono ST, yang merupakan kader PDIP dari Dapil VIII Jabar, menyikapi rencana KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) RI akan membeli 6 unit pesawat patroli dan 1 unit kapal markas, akan membuat pengeluaran negara akan bertambah banyak dan hal itu sangat mubadzir. Dengan Kondisi ekonomi yang saat ini menyulitkan kehidupan nelayan akibat terbentur dengan Peraturan dan Kebijakan yang dibuat oleh KKP, Menteri Susi Pudjiastuti, justru hal tersebut tidak pernah digubris oleh KKP jika kebijakkan yang dibuatnya itu tidak pro rakyat. “Negara sedang defisit anggaran, terus juga pendapatan negara belum maksimal, justru itu dari komisi IV menolak pembelian 6 pesawat patroli dan 1 unit kapal markas yang di ajukan oleh KKP tersebut,” Ungkap Ono Surono ST, saat ditemui di kediaman di Indramayu.
Dikatakan Ono, jika rencana KKP untuk membeli 6 pesawat patroli dan 1 unit kapal markas itu seharusnya sudah menjadi tanggung jawab Angkatan Laut, Polair dan Badan Keamanan Laut dalam menjaga keamanan laut Indonesia. Ia mengatakan jika program dari KKP harus di fokuskan untuk sejahterakan nelayan dengan peraturan dan kebijakan yang harus pro nelayan.“Seharusnya KKP prioritaskan saja pada program-program yang berhubungan langsung dengan nelayan, bukan membuat rencana program yang tidak berhubungan langsung dengan nelayan, salah satunya ya seperti pembelian 6 unit pesawat dan 1 unit kapal markas itu,” jelasnya

Ono menambahkan, seharusnya KKP bisa membuat program yang lebih dapat meningkatkan produksi hasil tangkap nelayan dengan membuat pelayanan publik yang maksimal dari KKP untuk nelayan,“Lebih efisien dengan satelit daripada pesawat patroli, jika hanya untuk memantau keamanan laut, atau dengan rencana program lain yang langsung bersentuhan dengan nelayan,” pungkasnya. (dede).

Desa Majasari Terpilih Peserta Lomba Desa Tingkat Jabar 2016

(Indramayu, Dialog)- Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu yang dulu dikategorikan sebagai Inpres Desa Tertinggal (IDT) dengan tingkat angka pengangguran mencapai 42,8 persen, dapat bergerak maju dan terus mengalami perubahan dan pergeseran yang signifikan. Kini Desa Majasari  telah ditetapkan sebagai peserta Lomba Desa Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2016, setelah sebelumnya tim juri melakukan observasi lapangan dan penilaian secara obyektif.
Wartono,S.Pd., M.Si. Kuwu (Kepala Desa-Red) Desa Majasari keada Wartawan mengatakan, dirinya mewakili Kabupaten Indramayu untuk mengikuti lomba desa tingkat Provinsi Jawa Barat, adalah sebuah kesempatan emas yang harus bisa dibuktikan kepada seluruh masyarakat desa dan Kabupaten Indramayu. Dengan usaha keras, pihaknya sudah mampu menyelesaikan beberapa tahapan yang sudah dilalui. Menurutnya, hal tersebut adalah sebuah sinyal bahwa Pemerintahan yang dipimpinnya bakal lolos dan menjadi perhatian masyarakat Provinsi Jawa Barat.“Sejak tahun 2012, dengan berbagai terobosan dan inovasi, kami mampu menekan angka kemiskinan hingga pada level 8 persen adalah sebuah upaya yang serius menuju Desa Peradaban,” ungkapnya.
Dikatakan Wartono, sejak dirinya ditetapkan sebagai bagian dari empat desa terbaik tingkat Jawa Barat, luncuran program menuju Desa IT (Informasi Teknologi) dan ICT (Informasi Centre Teknologi) sudah berjalan dengan baik. Penghargaan dari Gubernur Jawa Barat sebagai Komunitas Teknologi Informasi dan Komunikasi terbaik se-Jawa Barat kategori mandiri pada tahun 2014, adalah bukti eksistensi penerapan IT di Desa Majasari. Penerapan IT di Desa Majasari dilakukan untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat.“Desa Majasari saat ini sudah memiliki Pusat Layanan IT, Internet Gratis, Radio Komunitas, sms broadcast , website desa sebagai system informasi desa dan yang membanggakan pula, Perpustakaan Desa Majasari sebagai pusat literasi warga di tahun yang sama meraih juara 3 tingkat Nasional,” ungkapnya.
Dengan terobosan dan inovasi yang mengutamakan pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), penguatan sistem kelembagaan dan budaya gotong royong dipastikan pergerakan ekonomi kerakyatan, melalui pola klaster usaha yang berbasis potensi pertanian dan peternakan akan dapat dipacu dengan segera, sehingga Visi Majasari Religius, Apresiatif, Produktif, Inovatif dan Harmonis (RAPIH) dapat segera dituntaskan.“Peluang emas ini hanya terjadi satu kali, maka kami mewakili wilayah Pantura Jawa Barat bertekat untuk menjadi Jawara di ajang lomba Desa Tingkat Provinsi Jawa Barat dengan segala potensi dan keunggulan yang nanti akan dinilai,” Jelasnya.

Sementara itu Camat Kecamatan Sliyeg Sliyeg, Dulyono, Sos., M.Si kepada Wartawan  mengatakan, selama dirinya bertugas menjadi Camat baru, sekarang menemukan desa yang minim potensi tetapi mampu menggerakkan, mengeksplorasi dan memanfaatkanya sumber daya yang ada, melalui kerjasama dengan semua pihak, sehingga bisa berkembang dari desa IDT menjadi desa yang maju dan kaya berprestasi.“Desa Majasari mampu memberdayakan masyarakat untuk menggali potensi desa dan menjadikan masyarakatnya lebih produktif, terbukti banyak NGO Lokal maupun Nasional dan para Akademisi yang bekerjasama, menjadikan Majasari menjadi labsite, menjadi daya dukung tersendiri dalam peningkatan kapasitas warga.” Paparnya.(saelatun).

Bocah Dibawah Umur Tega Dicabuli Tetatangganya Sendiri

(Indramayu, Dialog)-walaupun ancaman hukuman di Keberi bagi pelaku kejahatan seksual, namun rupanya tidak membuat takut bagi Tas (56), warga Kecamatan Kertasmaya, Kabupaten Indramayu, yang  tertangkap basah warga tengah melakukan pencabulan terhadap  bocah dibabawah umur yang masih tetangganya sendiri. Tersangka kini bersiap menghadapi ancaman hukuman penjara di atas lima tahun dan hukuman kebiri.
Kapolres Indramayu AKBP Eko Sulistyo Basuki kepada Awak media menuturkan, peristiwa pencabulan itu berawal saat pelaku yang memiliki sebuah rumah kontrakan, tak tahan melihat bocah ingusan yang tengah bermain di sekitar rumahnya. Menurut Eko, peristiwa pencabulan itu terjadi pada Minggu lalu, sekitar pukul 14.00 WIB.“Saat itu korban yang tengah bermain di dekat kontrakan, sebut saja K (6) dibujuk pelaku. Pelaku membawa korban ke kontrakan. Namun saat akan dicabuli korban berteriak, akibatnya warga pun berdatangan dan langsung membawa pelaku ke balai desa setempat,” kata Kapolres. saat gelar perkara.
Dikatakan Eko, warga pun geram dan berniat menghakimi pelaku. Beruntung ia segera dibawa ke Polsek Kertasmaya oleh petugas. Dalam pengembangan, pelaku mengaku telah mencabuli bocah lainnya, B (5) yang juga masih tetangganya. "Bukan itu saja, Tas pun mengaku ada seorang korban lagi yang juga dicabulinya. Kali ini korbannya berumur 5 tahun dan masih tetangganya sendiri," ujar Eko.

Eko menambahkan, kepada petugas Tas mengaku tega mencabuli dua bocah yang masih ingusan itu, karena tidak tahan melihat kemolekan keduanya.“Pelaku kami jerat dengan Pasal 82 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun,” pungkasnya. (kad/dad).

Anggota DPRD Indramayu Dari Fraksi PKB Diteror

(Indramayu, Dialog)- Kasus penembakan mobil anggota DPRD Indramayu dari Fraksi PKB, Muhammad Solihin menjadi perhatian sejumlah pihak diantaranya bagi kalangan masyarakat di kabupaten Indramayu. Aksi penembakan sebuah mobil anggota DPRD tersebut terjadi di kelurahan Karangmalang Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu tepatnya di Perumahan regensi jangkar mas sekitar pukul 04.30 WIB seusai melaksanakan sahur,Kamis (16/06). Pasca penembakan rumah anggota DPRD dari PKB ini banyak di kunjungi oleh warga, hal ini merupakan bentuk dukungan moral serta memastikan bahwa tidak terjadi apa apa Diduga teror yang minimpa Politisi PKB tersebut, Solihin yang kerap mengkritisi kebijakan Pemerintah Kabupaten Indramayu ini menilai bahwa pengrusakan kendaraan miliknya diduga atas dasar kesengajaan yang dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab, bukan melainkan kejahatan murni dengan modus pecah kaca mobil.
Salah seorang Kerabat Korban penembakan Asal Desa Amis Kecamatan Cikedung yang tidak mau disebutkan identitasnya mengungkapkan, pihaknya sengaja mengunjungi rumah kerabatnya tersebut, selain untuk mengetahui kondisi Solihin pasca mengalamai musibah tersebut, serta untuk berjaga-jaga agar kejadian yang sama tidak terulang kembali, oleh karenanya banyak warga masyarakat yang datang mengunjunginya.“awalnya sangat kaget, begitu mengetahui kabar tersebut, sehingga masyarakat secara spontanitas berbondong-bondong untuk menjenguk,” ucapnya.
Dia mengatakan, ia dan warga masyarakat merasa khawatir terhadap kondisi Solihin pasca kejadian tersebut, sehingga banyak warga masyarakat yang ingin mengetahui keadaan Solihin secara langsung, ujarnya.
Dia juga menegaskan, dalam beberapa hari kedepan akan banyak warga masyarakat yang akan mengunjungi kediaman Solihin guna mengetahui keadaanya, terlebih kejadian yang dialaminya tersebut bukan kejadian biasa.“alhambulillah kondisinya Solihin masih sehat, soalnya yang ada dalam benak masyarakat bahwa Solihin dan keluarganya sedang berada di dalam mobil, dan mobilnya ditembaki orang yang tak dikenal,” jelasnya.
Sementara itu, menurut Moh. Solihin, Pihaknya mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh masyarakat yang sekiranya datang ke rumahnya untuk berkunjung. Ada beberapa warga masyarakat dari desa asalnya yaitu Desa Amis kecamatan Cikedung, kedatangan mereka tersebut untuk mengunjungi ia dan keluarganya, terlebih pasca mendengar kabar bahwa mobilnya di tembak oleh orang yang tak dikenal.“ada yang siang dan ada juga yang malam, pada umunya datang menggunakan mobil pic up,” Ujarnya.
Dikatakan Solihin,   masyarakat  yang datang ini kaget ketika mengetahui kabar atas kejadian tersebut, sehingga warga masyarakat berbondong-bondong mendatangi rumah, dan sebagian dari warga masyarakat tersebut berjaga baik siang maupun malam.“yang ada dalam pikiran masyarakat bahwa, kami sekeluarga berada dalam mobil kemudian ditembaki oleh seseorang, ” ujarnya.
Sementara itu terpisah, Kapolres Indramayu AKBP Eko Sulistiyo saat di konfirmasi terkait aksi penembakan tersebut mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman kasus guna untuk mengungkap kasus penembakan tersebut diantaranya adalah dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi saksi di tempat kejadian." Kita masih melakukan penyelidikan terkait kasus penembakan tersebut diantaranya dengan mengumpulkan sejumlah barang bukti," Ungkapnya.
Diketahui, Mobil salah satu Anggota DPRD Indramayu dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), Muhammad Solihin nopol B 1131 CZ dirusak orang tidak dikenal pasca sahur sekitar pukul 04.30 WIB, Kamis (16/6) kemarin. Akibatnya, sejumlah kaca mobil mengalami retak karena terkena benturan benda keras diduga ditembak  senjata Soft Gun. Aksi pengrusakan tersebut terjadi di Kelurahan Karangmalang, Kecamatan/Kabupaten Indramayu tepatnya di Perumahan Regensi Jangkar Mas.(sukim).