Jumat, 20 Mei 2016

Gedung Baru SMK Muhammadiyah Haurgeulis Segera Diresmikan



Suasana Pelepasan Peserta Didik Kelas XII SMK Muhammadiyah  Haurgeulis


(Indramayu, Dialog)-Pada tahun pelajaran 2016/2017 mendatang, SMK Muhammadiyah Haurgeulis Kabupaten Indramayu sudah akan menggunakan gedung barunya “Giwangkara Building’ yang didirikan di blok Pilang dekat jalan raya Haurgeulis-Bantarwaru. Sebagaimana kita ketahui. pengecoran pertama gedung itu dilakukan pada 5 September 2015 dibangun dalam beberapa lantai meliputi 32 lokal pembelajaran dengan konstruksi laba-laba sehingga tahan gempa dan memiliki kekuatan yang bisa diandalkan.
“Lounching peresmian penggunaan Giwangkara Building akan dilaksanakan beberapa saat setelah Hari Raya Idul Fitri 1437 H / 2016 M”, ungkap Kepala SMK Muhammadiyah Haurgeulis Suparman SPd.Ing sabtu (14/5) sewaktu memberikan sambutan pada acara pelepasan peserta didik kelas XII bertempat di komplek pendidikan Muhammadiyah Haurgeulis.
Pada tahun pelajaran 2015/2016 ini, kelas XII yang berjumlah 297 orang lulus semuanya, terdiri dari program studi tehnik kendaraan ringan (TKR) 163 orang, prodi tehnik sepeda motor (TSM) 91 orang, dan prodi multi media (MM) 43 orang.
Tiga lulusan yang meraih nilai tertinggi pada ujian nasional, untuk prodi TKR adalah Shandi TKR 5 dengan nilai 286,6 kemudian Sidik Maulana TKR 5 dengan nilai 280,4 dan Chairul Hadi Nata TKR 1 dengan nilai 268,8. Nilai tertinggi pada prodi TSM diraih oleh Arif Rizal Permana 253,5 kemudian Toniwan 252,2, dan Bahits Riyasi 241. Sedangkan untuk program studi multi media, nilai tertinggi diraih Ayu Intan Humairoh 260, Serlin 241,5 dan Ria Wahyuni 236,6.
Nilai tertinggi per mata ujian, untuk Matematika diraih Chairul Hadi Nata TKR 1 dengan nilai 55, Bahasa Inggris Shandi TKR 5 dengan nilai 72, Bahasa Indonesia Sidik Maulana XII 5 dengan nilai 90, dan mata ujian Produktif Nur Muhammad Arif XII 2 dengan nilai 83,3. Sementara itu, siswa yang dinilai teraktif dan terajin adalah Karsono dari kelas XII TKR 5.
Pada pelepasan itu, lulusan yang meraih nilai tertinggi, aktif dan rajin mendapat penghargaan berupa piagam dan hadiah dari sekolah. Penghargaan juga diberikan kepada dua orang guru yang kehadirannya mencapai 100 % yaitu Raudhatul Jannah SPd dan Wiwi Herwiati SPd, serta seorang karyawan Ani Rohani AMd. Penghargaan diberikan langsung oleh Kepala Sekolah Suparman SPd.Ing, bersama Ketua PCM HG Ir. Burhanudin, Ketua Dikdasmen PCM Oon Rasjidi SPd, Sekretaris I PDM Indramayu Drs. H. Warmin Permana MA, serta para sesepuh Muhammadiyah yang hadir pada acara itu.
Pelepasan kelas XII dimeriahkan oleh berbagai kesenian dan keterampilan siswa, diantaranya group paduan suara Gita Giwangkara. Group ini sudah berpengalaman menunjukkan kemampuannya pada berbagai kesempatan seperti pada pembukaan Olympiade Al-Qur’an di Cilacap, Simposium nasional Muhammadiyah di Purbalingga, symposium nasional di TI Cikampek, peresmian gedung SD Muhammadiyah di Limau Jakarta, serta Ismosat di Jepara.

Siswa SMK Muhammadiyah Haurgeulis juga banyak berprestasi dalam berbagai aktivitas. Prestasi terakhir diraih Ruki kelas XI MM sebagai juara pertama lomba Animasi yang diadakan oleh Universitas Kuningan. (wandi/syafrudin)

Satgas Anti Narkoba SMKN 1 Gantar Dikukuhkan


Kepala SMKN 1 Gantar Drs. Kartamin, MM mengukuhkan Satgas  Anti Narkoba di sekolah itu

(Indramayu, Dialog)-Kepala SMKN 1 Gantar Kabupaten Indramayu Drs. Kartamin, MM sabtu (14/5) mengukuhkan satuan tugas anti Narkoba dilingkungan SMKN 1 Gantar. Satgas dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Kepala Sekolah nomor 442/SIS.SMKN.106/2016 tanggal 25 April 2016 tentang Satgas Anti Narkoba. Pembentukan satgas adalah dalam rangka menindak lanjuti Surat Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Indramayu tentang pembentukan satgas Anti Narkoba tingkat sekolah tahun pelajaran 2015/2016.
Pengukuhan ditandai dengan memakaikan baju uniform satgas kepada Ketua Satgas. Adapun susunan lengkap satgas terdiri dari Pembina adalah Kepala Sekolah, Pembimbing guru bimbingan konseling Silvia Very Rosalinda S.Psi, Ketua Soni Dewantara, serta tujuh anggota yaitu Indah Novia, Betty Puji Inayah, Indah Safitri, M. Rifki Amran Manani, Subali, Warsan, dan Edi Irsansah.
Satuan ini bertugas untuk melakukan berbagai upaya baik yang bersifat kordinasi maupun sosialisasi tentang bahaya narkoba sehingga peserta didik SMKN 1 Gantar terhindar dari pengaruh negative narkoba. Dalam melaksanakan tugas-tugas itu, satgas bertanggung jawab sepenuhnya kepada Kepala Sekolah.
Penglepasan Kelas XII
 Pengukuhan Satgas Anti Narkoba dilaksanakan di atas panggung  dalam rangkaian acara perpisahan dan penglepasan peserta didik kelas XII SMKN 1 Gantar tahun pelajaran 2015/2016 dengan tema “Teruskanlah perjuanganmu di dunia nyata”.
Pada tahun pelajaran 2015/2016 seluruh peserta didik kelas XII lulus menempuh ujian. Mereka berjumlah 326 siswa terdiri dari jurusan tehnik gambar bangunan (TGB) 56,  tehnik kendaraan ringan (TKR) 97, rekayasa perangkat lunak (RPL) 103, dan jurusan AK 70 orang. Para lulusan dilepas dalam suatu upacara adat sunda, diiringi bunyi gamelan dan gemulainya tarian yang dimainkan oleh para siswa.
Dua orang siswa putera dan puteri sebagai perwakilan kelas XII maju ke depan, lalu Kepala Sekolah Drs. Kartamin, MM melepas atribut seragam sekolah dari kedua siswa itu sebagai tanda selesainya tugas-tugas sekolah membimbing dan mendidik mereka. Kepala Sekolah pun kemudian menyerahkan siswa-siswa itu kepada Ketua Komite Sekolah selaku wakil orangtua siswa,
Lulusan yang berprestasi dengan nilai ujian paling tinggi mendapat piagam penghargaan dari Kepala Sekolah. Drs. Kartamin MM mengucapkan selamat atas keberhasilan siswa kelas XII menyelesaikan pendidikan disini disertai harapan semoga selalu sukses dalam hidup bermasyarakat.
“Adapun para peraih prestasi itu adalah Kalsum Hidayat dari jurusan TGB, Agung Aprijal dari jurusan TKR, Tedi Kurniawan dari jurusan RPL dan Sessillia Istiyustisian Monita dari jurusan AK”, jelas Wakabid Kesiswaan Rizqoni Falakhi SPd, MMPd, didampingi Ketua Panitia Asep Oman Somantri SPd.

Perpisahan dan penglepasan kelas XII SMKN 1 Gantar berlangsung lancar dan dalam suasana keamanan yang kondusif. Walaupun sederhana namun sangat berkesan, dimeriahkan  dengan penampilan berbagai kreasi seni siswa-siswi, diiringi Band BrotheRasta dari Subang, serta adanya aneka hadiah dari sponsor Trijaya Motor. (dede/syafrudin)

MTs N Lohbener Siap Menjadi MTs Negeri Unggulan



(Indramayu, Dialog)-Tidak berlebihan kalau Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu mengusulkan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs.N) Lohbener Kabupaten Indramayu untuk menjadi MTs.N Unggulan di Kabupaten Indramayu. Pasalnya memang baik sarana maupun prasarana dan tenaga pengajar beserta Staf TU sudah siap untuk menjadikan MTsN Lohbnener menjadi MTsN Unggulan. Apalagi saat Ujian Nasional (UN) baru lalu MTsN Lohbener satu-satunya sekolah setingkat SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama) yang menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) se Kabupaten Indramayu, bahkan untuk sekolah MTs-MTs satu-satunya se Jawa Barat yang menggelar UNBK.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu, H. Furqon, S.Ag. M.Si. saat ditemui Dialog dikantornya mengatakan, kami dari Kemenag Kabupaten Indramayu memberikan apresiasi kepada MTsN Lohbener yang telah sukses menggelar UNBK. Dimana MTsN Lohbnener satu-satunya  sekolah setingkat SLTP di Kabupten Indramayu yang mampu menggelar UNBK, bhkan untuk MTs-MTs se Jawa barat baru satu-satunya MTsN Lohbnener yang menggelar UNBK, tutur Furqon.
Dikatakan Furqon, dengan prestasi dan kesiapan MTsN Lohbnener, kami pihak Kemenag memang mengusulkan bersama dengan MTsN karangampel Kabupaten Indramayu diusulkan untuk menjadi MTsN Unggulan.”terkait MTsN Lohbener bisa melaksanakan UNBK, itu sudah dirintis sejak tahun 2015 saat Kepala MTsN nya di pimpin H. Maman, pada saat itu saya memberikan saran kalau memang siap menggelar UN dengan UNBK silahkan berkoordinasi dengan pihak Komite Sekolah, untuk mempersipakan barangkali ada sarana dan prasarana yang dibutuhkan kurang lengkap untuk bisa dilengkapi. Kebetulan saat pelaksanaan UNBK kepala MTsN nya dipimpin Bapak Taryana, S.Sp. MA. Yang kebetulan juga nyambung dan siap untuk menggelar UNBK di MTsN Lohbener. Dan sebelum digelarnya UNBK saat diadakan simulasi yang saat itu saya juga langsung meninjau, baik Siswa, petugas Protor dan Teknisi serta sarana unit komputer dan server berjalan dengan lancar. Tentunya itu menjadimkeyakinan kami pelaksanaan UNBK akan bisa dilaksanakan dengan baik, “ jelas Furqon.
Forqon menambahkan, diharapkan dengan adanya pelaksaan UNBK di MTsN Lohbener tersebut akan menjadi motivasi bagi sekolahan lainnya khususnya di Indramayu, pada Tahun Ajaran 2016/2017 nanti  untuk dapat mernggelar UN dengan UNBK, tandasnya.
Sementara itu ditempat terpisah Kepala MTs N Lohbnener Taryana, SSp. MA. Saat dimintai komentarnya mengatakan, sebenarnya dengan digelarnya UN dengan sistem UNBK, itu merupakan implementasi mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi Komunikasi), namun walaupun Siswa siap mengikuti UNBK, kamipun sudah mempersiapkan sarana dan prasarannya, dimana Komputer yang kami siapkan yakni sebanyak 116 Unit sebanyak 15 unit Komputer kami meminjam dari Madrasah Aliyah (MA) Fatahilah Lohbnener yang kebetulan Kepala MA nya adalah Ketua Komite Sekolah kami, dan 4 Unit Server, 3 unit UPS, dan 1 unit Jenset, dan juga  dengan tenaga proktor dan teknisi yang sudah didiklat di Puspendik Pusat dan oleh Dinas Pendidikan kabupaten Indramayu, terangnya.
Lebihlanjut Taryana menjelaskan, dalam pelaksanaan UNBK tahun ini Siswa kelas 9 yang mengikuti UNBK sebanyak 288 Siswa, dimana dalam pelaksanaan UNBK selama 4 hari dibagi menjadi 3 sesi yang dimulai dari Jam 07.30 – 16.00 Wib.walaupun pada pelaksanaan hari terakhir UNBK dan pada sesi terakhir pada pelaksanaan Jam 14.00 – 16.00 Wib. sempat ada kendala satu server sempat Hang, namun setelah minta petunjuk Puspendik Pusat dan bisa menggunakan server cadangan, sehingga hal itu bisa diatasi dan pelaksanaannya bisa berjalan lancar, jelasnya.
Disinggung MTs.N Lohbener  diusulkan oleh Kantor Kemenag Kab. Indramayu untuk menjadi MTsN Unggulan, Tarsana mengatakan sangat siap se siap-siapnya, karena SDM Pengajar dan jajaran staf serta sarana prasarana sudah siap. “ kita menginginkan MTsN Lohbener lebih maju dan diminati masyarakat, selain itu juga untuk meningkatkan prestasi tentunya harus didukung Kuantitas yakni jumlah siswa dan kualitas atau mutu siswa, seperti yang diprogramkan Menteri Pendidikan bahwa pendidikan harus berbasis IT, mungkin kedepannya sekolah-sekolah yang belum menggelar UNBK akan menggelar UN dengan sistem UNBK. Apalagi oleh Kantor Kemenag Indramayu, MTsN merupakan sekolah percontohan bagai MTs-MTs lainnya di Indramayu,”katanya.
Taryana Menambahkan, sekarang ini MTsN Lohbener memiliki Siswa sebanyak 920 Anak, dengan  21 Rombel untuk KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) 1 ruangan Lab Komputer yang ada dilantai 2, 1 ruangan Guru, ruangan Kepala Madrasah dan TU, 1 ruangan perpustakaan dan  halaman Upacara disatukan dengan sarana Olahraga yang luas. Begitu juga didukung dengan 37 Pengajar, 17 Staf TU. Pada Tahun 2016 ini Prestasi yang diraih para Siswa kami yakni seperti Juara 1 Qiroah Tingkat Kabupaten yang diperoleh Rifki Hamami, pada kegiatan KSM ( Kompetisi Sain Madrasah) Tingkat Kabupaten Indramayu Tahun 2016, Bidang matematika Juara 2 diraih Hidyatul Fikri Siswa kelas 8 Unggulan, Bidang Fisika juara 3 diraih Caca Siswa kelas 8 B” MTs.N Lohbener memang lokasinya strategi walaupun jauh dari Kota Kabupaten namun lokasinya di pinggir jalan Nasional yakni dijalan Celeng Lohbener menuju Kota Indramayu yang mudah dilalui kendaraan Umum. Tentunya MTsN Lohbener saat ini sangat diminati para orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sekolahan kami, tahun 2015 saja dari penerimaan siswa baru sebanyak 280 yang daftar sebanyak 360 anak, hal itu membuktikan bahwa minat masyarakat disekolah kami sangatlah tinggi, “ punkasnya.(dadang).

Guna Normalisasi Sungai Sindupraja, PKL di DAS Jatibarang Ditertibkan

(Indramayu, Dialog)-Upaya Normalisasi Sungai Sindupraja di sepanjang Jalan Letnan Joni Jatibarang Kabupaten Indramayu berjalan dengan lancar. Bangunan liar yang berdiri di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) sudah dibongkar. Meksipun begitu, para pemilik bangunan liar itu tetap tidak mau jauh dari tempatnya yang terdahulu. Mereka memilih untuk menyewa tanah di lokasi yang tidak jauh dari bangunan liar dulu yang telah dibongkar. Bahkan ada juga yang memilih berjualan di tempat semula dengan menggunakan gerobak.
Maman (43) Salah satu pedagang yang memilih menyewa tanah di dekat DAS kepada Dialog mengatakan, dirinya tidak ingin pindah ke lokasi yang jauh dari lapak sebelumnya. Mengingat, ia sudah memiliki usahanya ditempat itu. Bila pindah ke lokasi yang terlalu jauh, ia khawatir penjualannya menurun drastis dan tidak  bisa memenuhi kebutuhan hariannya.“Kami pindah ke seberang jalan, daripada jauh dan terancam kehilangan pendapatan, lebih baik saya sewa pekarangan orang,” jelasnya.
Sementara pedagang lainnya, Juju (45) masih belum memiliki tempat baru untuk menghidupkan usahanya kembali. Setelah membongkar bangunannya sendiri, ia memilih untuk berjualan menggunkan gerobak di tempat lama.“Sudah bertahun-tahun kami jualan di sini. Banyak pelanggan kami, jadi kalau pindah, khawatir tidak laku,” ujarnya.

Juju pun mengaku, para pedagang bersedia untuk mengikuti aturan yang ada. Meski membutuhkan tenaga ekstra untuk mendorong gerobaknya bolak-balik ke rumah, namun Juju tidak mempermasalahkan. “Kita ingin tetap berjualan, tapi tidak menyalahi aturan. Jadi ya harus putar otak. Walaupun harus bolak-balik mendorong gerobak, ya tak apa. Daripada tidak jualan,” katanya.(dede).

Terkait Penganiayaan yang dialami Salah seorang Pengurus BMI, BMI Indramayu Datangi Kantor Kejari, meminta Untuk Penegakan Hukum


BMI Indramayu datangi kantor Kejaksaan Negeri Indramayu

Indramayu, Dialog)-Pasca penganiayaan yang menimpa EK (22 tahun), seorang Pemuda salah satu pengurus BMI Indramayu yang juga mahasiswa semester 6 fakultas Hukum Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu. Yang diduga dilakukan Oknum anggota Ormas tertentu, Pengurus Banteng Muda Indonesia (BMI) Cabang Kabupaten Indramayu, kemarin, mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Indramayu, Mereka meminta agar penegak Hukum di Indramayu untuk menyikapi Aksi Premanisme tersebut.
Para pengurus BMI ini, mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Indramayu Sekitar pukul 10.00 WIB yang ditemui oleh Kasi Intel Kejaksan negeri Indramayu, Dalam Kesempatan Itu, para pengurus BMI Indramayu meminta agar Penegak Hukum kejaksaan Negeri Indramayu untuk menindak tegas pelaku premanisme salah satu anggota ormas.
Ketua BMI Indramayu, Sahali dihadapan Awak Media mengatakan, Bahwa pihaknya meminta kepada penegak hukum di kabupaten Indramayu menindak tegas pelaku premanisme di kabupaten Indramayu, menyusul telah terjadinya penganiayaan seorang mahasiswa fakultas hukum semester 6 beberpa waktu lalu yang di lakukan dua orang lebih, sehingga korban mengalami luka luka,"Kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas dan memastikan pihak penegak hukum bekerja sesuai dengan mekanisme hukum. Kami juga memastikan agar penegak hukum tidak terintervensi oleh pihak manapun dalam menangani kasus ini," ujarnya.
Dikatakan Sahali, Kasus premanisme ini sudah dilaporkan ke Polres Indramayu dan masih dalam proses lebih lanjut, pihaknya pun mengaku akan menemui Kepala Kejari Indramayu dan Kapolres Indramayu untuk menindaklanjuti kasus tersebut."Kami juga besok akan menemui langsung Kajari dan Kapolres soal kasus ini," katanya.

Sementara menurut Kasi Intel Kejari Indramayu, Aryus Martadinata mengatakan, pihaknya baru mengetahui kasus ini dan akan menindaklanjuti pemberitahuan penyidikan dari Polres Indramayu sesuai dengan prosedur yang ada dengan akan mengeluarkan SPDP (Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan), "Nanti kami akan koordinasi dengan pak Kajari soal kasus ini. Surat pemberitahuan dari Polres masih di bagian teknis, nanti kita tindaklanjuti sesuai prosedur," tuturnya.(armo).

Banser GP Ansor Jabar Gelar Susbanlan III di Indramayu

(Indramayu, Dialog)- Minggu (15/5). Satuan Kordinasi Wilayah (Satkorwil) Barisan Serbaguna GP Ansor (Banser) Jawa Barat mengelar kegiatan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) III tingkat Wilayah Jawa Barat. Kegiatan tersebut berlangsung  di Lapangan Janggleng, Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu,
Kegiatan yang digelar dari tanggal 13 sampai 15 Mei tersebut diikuti oleh sebanyak 300 kader banser se-Jawabarat. Pada kesempatan itu, PC GP Ansor Indramayu menjadi tuan rumah acara.“Susbalan ini merupakan tahapan kaderisasi bagi anggota Banser dan kebetulan kali ini yang menjadi tuan ruamah adalah Kabupaten Indramayu,” ungkap Ketua Pelaksana Susbalan III dan juga Satkorcab Banser Indramayu, Yusuf Oding kepada Awak Media
Dikatakan Oding, Susbalan merupakan tahapan kaderisasi bagi para anggota Banser setelah lulus mengikuti pendidikan dan latihan dasar (diklasar) Banser.“Ada sekitar 300 orang yang terdaftar dan mengikuti kegiatan Susbalan di Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi,” katanya.
Lebihlanjut Oding mengatakan, ke-300 anggota Banser tersebut merupakan perwakilan dari berbagai cabang di daerah antara lain Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu serta kabupaten/kota lainya."Dalam kegiatan ini, peserta akan digembleng selama 3 hari dengan materi-materi yang berkaitan dengan peningkatan keterampilan dan kemampuan khusus tentang kebanseran, bela negara dan wawasan kebangsaan," ujarnya
Oding menambahkan, selama tiga hari ini, peserta akan digembleng bersama pemateri-pemateri yang berkompeten di antaranya para instruktur dari Satuan Koordinasi Nasional (Satkornas), GP Ansor Jawa Barat, TNI, dan Polri.“Kegiatan Susbalan ini diharapkan dapat mencetak kader profesional yang memiliki keterampilan dan kemampuan untuk dapat menjalankan amanat dan tugas organisasi dengan baik, serta dapat memberikan respon produktif terhadap persoalan bangsa yang sedang berkembang di masyarakat,” Tuturnyaa.

Sementara Ketua GP Ansor Indramayu, Mifftah mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada sejumlah unsur terkait yang ikut mendukung kegiatan Banser ini.“Semoga dengan adanya kegiatan ini, para anggota Banser dapat meningkatkan nilai-nilai kebangsaan, bela negara serta ke-NU-amnya demi NKRI dan kemajuan Bangsa Indonesia,” pungkasnya.(saelatun).

MTs Negeri Lohbener Satu-Satunya Sekolah Menggelar UNBK di Indramayu

(Indramayu, Dialog)-Mulai 9 – 12 Mei 2016 Sebanyak 28.562 siswa SMP dan MTs di Kabupaten Indramayu mengikuti Ujian Nasional (UN). Jumlah tersebut terdiri dari 19.668 siswa SMP dan 8.984 siswa MTs yang tersebar di 31 kecamatan. Untuk hari pertama ini, mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia.
Dihadapan Wartawan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Dr HM Ali Hasan MPd, melalui Kabid Pendidikan Menengah, Drs Kasno Hadikusumo MPd menjelaskan, berbagai persiapan telah dilakukan oleh masing-masing sekolah untuk menghadapi UN. Mulai dari try out hingga doa bersama dan istighotsah yang dilakukan di sekolah-sekolah.
Dikatakan Kasno, untuk tingkat SMP di Kabupaten Indramayu baru satu sekolah yang menggelar UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer), yaitu MTs Negeri Lohbener. Di sekolah ini jumlah peserta UNBK sebanyak 285 siswa.“Untuk tingkat SMP ini memang baru satu sekolah yang menggelar UNBK. Mudah-mudahan ke depan akan lebih banyak lagi SMP/MTs yang bisa melakukan ujian nasional berbasis komputer,” ujarnya.
Lebihlanjut Kasno mengatakan, sementara itu naskah soal UN SMP sebelem didistribusikan sebelumnya disimpan di lima titik penyimpanan soal. Untuk wilayah kota dan sekitarnya titik penyimpanan soal di SMPN 1 Indramayu, wilayah timur di SMPN 1 Kedokanbunder, wilayah tengah di SMPN 1 Jatibarang, dan wilayah barat di SMPN 1 Gabuswetan dan SMPN 1 Haurgeulis.
Dijelaskan pula, naskah soal sudah tiba di Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Rabu (4/5) malam. Bahkan sehari kemudian soal-soal langsung didistribusikan ke masing-masing sektor atau titik penyimpanan soal yang ada di lima wilayah. “Distribusi maupun penyimpanan soal selalu dikawal aparat kepolisian, jadi dijamin aman,” tutur Kasno.

Kasno menambahkan, kami berharap kepada peserta UN agar mempersiapkan diri dengan serius. Karena meskipun UN sekarang bukan menjadi penentu kelulusan siswa, namun sangat berguna untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya yaitu SMA, SMK atau MA. “Harapan kami, semua siswa SMP/MTs bisa lulus, dan mereka juga harus melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya,” tandasnya.(saelatun).